Banjar  

‎Gusti Abidinsyah Desak Pemkab Banjar Segera Rehabilitasi Jalan “Lumpuh” di Sungai Musang

Anggota DPRD Kalsel dari Partai Demokrat Dapil Kalsel II, Gusti Abidinsyah. (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Gusti Abidinsyah, melayangkan desakan keras kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar untuk segera melakukan rehabilitasi total terhadap akses jalan di Desa Sungai Musang, Kecamatan Aluh-Aluh. Pasalnya, kondisi jalan satu-satunya di wilayah tersebut dilaporkan lumpuh total dan nyaris tidak dapat dilalui kendaraan.

BANJAR, koranbanjar.com – ​Langkah tegas ini diambil menyusul viralnya rekaman video di media sosial yang memperlihatkan penderitaan warga saat melintasi jalan yang dipenuhi lubang dalam dan kerap terendam air pasang.

‎Desa Sungai Musang sendiri merupakan salah satu titik krusial di Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel 2 yang meliputi Kabupaten Banjar.
‎​
‎​Lewat wawancaranya kepada media ini di Gedung DPRD Kalsel, Rabu (25/2/2026) di Banjarmasin, Gusti Abidinsyah mengungkapkan bahwa kerusakan infrastruktur di Kecamatan Aluh-Aluh telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.

‎Kombinasi fenomena pasang surut air laut dan curah hujan tinggi disinyalir menjadi penyebab utama hancurnya struktur jalan.

‎​“Kondisinya sangat ekstrem. Sekitar 90 persen akses jalan di sana terdampak. Jalannya sering tenggelam dan rusak berat, hampir tidak bisa dilewati lagi. Ini jelas menghambat aktivitas warga yang ingin keluar masuk desa,” ujar politisi Partai Demokrat tersebut.
‎​
‎​Abidinsyah menekankan bahwa jalan tersebut adalah urat nadi bagi sedikitnya 1.150 penduduk atau sekitar 401 Kepala Keluarga (KK) di Desa Sungai Musang.

‎Dampak dari kelumpuhan jalan ini meluas ke dua sektor paling vital:

Ekonomi: Distribusi barang pokok tersendat dan biaya logistik melambung tinggi, memberatkan ekonomi rumah tangga warga desa.

‎​Pendidikan: Mobilitas guru dan siswa terganggu secara signifikan, mengancam kualitas belajar mengajar di wilayah ujung kabupaten tersebut.
‎​
‎​Selain mendesak Pemkab, Abidinsyah juga meminta Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sungai Musang untuk tidak tinggal diam. Ia menyarankan agar perangkat desa segera melakukan konsolidasi teknis.

‎​“Saya meminta aparat desa segera menyusun proposal teknis yang ditujukan kepada Dinas PUPR Kabupaten Banjar. Kasihan masyarakat jika akses satu-satunya ini dibiarkan hancur. Masalah ini sudah menjadi konsumsi publik, jadi harus segera ada langkah konkret,” tegasnya.

‎​Ia juga menyoroti adanya proyek perbaikan yang sebelumnya sempat terhenti akibat kendala anggaran.

‎Abidinsyah berharap Pemkab dan DPRD Kabupaten Banjar dapat duduk bersama untuk memprioritaskan anggaran rehabilitasi jalan ini, baik pada tahun anggaran berjalan maupun tahun mendatang.

‎​“Ini bukan sekadar perbaikan jalan, ini soal kemaslahatan dan keselamatan warga di ujung Kabupaten Banjar. Jangan sampai masyarakat merasa dianaktirikan,” pungkasnya.

‎Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar akhirnya angkat bicara terkait kondisi memprihatinkan ruas jalan penghubung Desa Pindahan Baru dan Desa Sungai Musang yang selama ini dikeluhkan warga.

‎Melalui Kabid Bina Marga, Jimmy, pihaknya memastikan bahwa pada tahun anggaran 2026 rehabilitasi jalan tersebut akan kembali dilanjutkan. Ia menyebut, ruas penghubung antar desa itu memang masuk dalam daftar prioritas penanganan lanjutan.

‎“Insya Allah tahun ini ada penanganan lanjutan jalan penghubung antara Desa Sungai Musang ke Desa Pindahan Baru,” ujarnya.

‎Jimmy menjelaskan, pengerjaan sebelumnya telah dilakukan secara bertahap, namun belum mampu menjangkau seluruh titik kerusakan.

‎Ia pun meminta masyarakat untuk bersabar dan turut mengawasi jalannya pekerjaan agar kualitas pembangunan benar-benar maksimal. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *