Siapkan Regenerasi Petani, Kementan Siapkan Siswa SMK Jadi Tenaga Kompeten Bersertifikat

menghadapi Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan sertifikasi profesi. (Sumber Foto: Tim Ekspos SMKPPN Banjarbaru/koranbanjar com)

Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat regenerasi petani sekaligus menyiapkan tenaga kerja pertanian modern melalui penguatan pendidikan vokasi berbasis kompetensi dan sertifikasi               

BANJARBARU,koranbanjar.com – Pertanian tidak bisa lagi dikelola secara tradisional.

Kita butuh SDM muda yang kompeten, adaptif, dan tersertifikasi agar mampu menjawab tantangan pangan ke depan,” tegas Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Langkah konkret dilakukan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian dengan membekali siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru menghadapi uji sertifikasi profesi.

Sebanyak 82 siswa kelas XII digembleng dalam pelatihan intensif selama tiga hari bersama praktisi industri untuk menghadapi Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan sertifikasi profesi.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa sertifikasi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing lulusan.

“Sertifikasi adalah bukti kompetensi. Ini penting agar lulusan kita tidak hanya siap kerja, tetapi juga diakui oleh industri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyebut penguatan SDM sebagai fondasi utama pembangunan pertanian berkelanjutan.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 6–8 April 2026 tersebut mencakup tiga kompetensi keahlian, yakni Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), serta Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).

Para siswa dibimbing langsung oleh praktisi dari dunia usaha dan industri, di antaranya perwakilan perusahaan agribisnis, lembaga riset, hingga widyaiswara pelatihan pertanian.

Adapun skema sertifikasi yang disiapkan meliputi pembudidaya tanaman hidroponik, mandor kebun kelapa sawit, serta pengolahan hasil pertanian berupa produk olahan buah.

Melalui langkah ini, Kementan menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda pertanian yang profesional, berdaya saing, serta mampu menjadi motor penggerak swasembada pangan nasional. (Tim Ekspos SMKPPN Banjarbaru/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *