Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, mengeluarkan surat edaran yang mendorong serta mengajak seluruh Partai Politik (Parpol) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) maupun pihak swasta, perusahaan dan CSR di Kabupaten Banjar untuk berpartisipasi aktif dalam penanganan bencana banjir, Sabtu (3/1/2026).
BANJAR. koranbanjar.com – Surat edaran diterbitkan sehubungan dengan terjadinya bencana banjir yang berdampak pada sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Banjar.
Sekaligus sebagai tindak lanjut atas Surat Keputusan Bupati Banjar Nomor 188.45/533/KUM/2025 tentang peningkatan status bencana dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat Banjir.
Dalam surat edaran itu, pemerintah daerah meminta Parpol dan Ormas untuk terlibat sesuai kemampuan masing-masing, baik melalui bantuan logistik, perlengkapan pendukung, maupun dengan mengerahkan relawan ke lokasi terdampak.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari konsep kolaborasi lintas pihak agar penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih cepat dan merata serta sebagai dasar maupun acuan baik itu parpol, ormas, pengusaha, perusahaan maupuan CSR dalam partisipasinya penanganan banjir di Kabupaten Banjar.
Sekda Banjar menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi bencana banjir yang meluas, dibutuhkannya kolaborasi semua elemen dan pihak dalam memperkuat penanganan dilapangan.
“Melalui surat edaran ini, kita ingin menggerakkan semua pihak agar bersama-sama hadir membantu masyarakat yang terdampak, karena sudah ada beberapa Parpol dan organisasi yang menyalurkan bantuan logistik, dan ini perlu terus ditingkatkan,” ujar Yudi Andrea.
Terkait distribusi bantuan, Sekda juga mengakui masih terdapat beberapa titik yang belum sepenuhnya terjangkau dan menerima bantuan logistik, disebabkan luasnya wilayah terdampak, dengan sebagian besar desa mengalami banjir.
“Kami pemerintah daerah, terus berupaya menyalurkan bantuan secara bertahap dengan memprioritaskan wilayah yang terdampak paling parah,” jelasnya
Selain bantuan logistik, pemerintah daerah juga menurunkan tim kesehatan yang bertugas setiap hari untuk memberikan pelayanan kesehatan dan membagikan obat-obatan kepada warga terdampak banjir, serta data lokasi dan kontak petugas di lapangan yang disiapkan untuk memudahkan koordinasi.
Terkait dengan pengungsian, pemerintah daerah telah menyiapkan beberapa lokasi, antara lain Aula Dinas Pendidikan yang saat ini telah digunakan, serta rencana penambahan titik pengungsian di Aula BKD dan Guest Huose Sultan Sulaiman apabila jumlah pengungsi terus bertambah.
Bagi warga yang masih memiliki keluarga dipersilakan yang ingin mengungsi kerumah atau tempat keluarga, dan logistik tetap disuplai sementara mereka yang tidak memiliki tempat tinggal akan difasilitasi oleh pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Banjar berharap sinergi dan kebersamaan gotong-royong ini dapat memperkuat penanganan berbagai persoalan daerah secara berkelanjutan.
“Dengan adanya kolaborasi seluruh pihak, kami berharap penanganan bencana banjir dapat berjalan lebih optimal dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara merata,” pungkasnya. (kan/dya)












