Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar terus melakukan pemantauan dan penanganan pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar, Yudi Andrea, menyampaikan bahwa kondisi banjir secara umum sudah mulai surut status tanggap darurat diturunkan menjadi status transisi darurat.
BANJAR,koranbanjar.com – Secara umum kondisi banjir sudah mulai turun dan warga terdampak juga berkurang, berdasarkan data, jumlah pengungsi kini sudah di bawah 1.800 orang dan 500-an jiwa warga terdampak disampaikan Yudi Andrea pada Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, selama 17 hari terakhir pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait telah bekerja maksimal, baik pada hari kerja maupun hari libur.
Upaya tersebut dilakukan melalui pendirian pos-pos pelayanan serta pengerahan personil dari berbagai instansi untuk memberikan bantuan dan layanan kepada masyarakat terdampak.
Yudi juga sampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, khususnya di sektor kesehatan, hingga saat ini, tim kesehatan masih disiagakan di lapangan dan tidak ada pengurangan pelayanan.
“Status tanggap darurat sudah kami turunkan menjadi status transisi darurat, fokus kami saat ini adalah pelayanan, khususnya kesehatan, karena pasca banjir biasanya muncul berbagai penyakit,” ujarnya
Selain itu, Pemkab Banjar juga melakukan pendataan kerugian material, seperti sekolah yang terdampak, jalan yang rusak, dan fasilitas lainnya, sebagaimana juga disampaikan oleh Menteri Sosial pada kunjungan banjir yang lalu.
“Pasca banjir ini segera kita tindak lanjuti, ini menjadi bagian dari upaya kita untuk memulihkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masing-masing wilayah,” jelas Sekda Yudi Andrea
Ia menyebutkan, masih terdapat beberapa wilayah yang tergenang air, setidaknya ada delapan kecamatan yang masih terdampak banjir.
Di antaranya Kecamatan Sungai Tabuk, Astambul, Martapura Barat, Martapura Timur, Karang Intan, dan wilayah lainnya.
“Untuk logistik meskipun dapur umum sudah kami tarik karena pengungsian sudah kosong, bantuan bahan pokok tetap kami salurkan ke dapur umum desa, layanan logistik masih berjalan hanya menyesuaikan kondisi dilapangan,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Banjar memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan hingga situasi benar-benar kembali normal.(kan/dya)













