Kondisi memprihatinkan terjadi terhadap bangunan SDN Jawa Laut 1 berlokasi di Jalan Cempaka, Gang Flamboyan, Desa Jawa Laut, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.
BANJAR,koranbanjar.com – Kerusakan serius yang membahayakan keamanan siswa dan guru, saat ini dianggap sudah tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar.
Kondisi diperparah oleh usia bangunan yang sudah tua dan terdampak banjir besar pada awal tahun 2026 lalu.
Pihak sekolah telah melaporkan kerusakan ke bagian Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan, termasuk mengirimkan bukti foto dan video
Kemudian Seksi Sarpras telah mengunjungi lokasi untuk melakukan peninjauan langsung.
Mengingat kondisi yang mendesak dan lokasi sekolah yang berada di pusat kota Martapura, pihak sekolah sangat berharap agar perbaikan dapat diprioritaskan pada tahun 2026.
Terkait hal itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Mahriansyah, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Kamis (2/4/2026).
“Kemarin kita bersama tim dan hari ini juga melakukan pemeriksaan yang kedua, hasil pemantauan lapangan, memang ditemukan kerusakan pada struktur lantai,” ujarnya
Mahri juga menjelaskan kerusakan tersebut selain dipengaruhi oleh usia bangunan yang sudah lama serta material struktur didominasi kayu.
Bahwa banjir yang melanda pada awal 2026 lalu turut memperparah kondisi bangunan sekolah.
Ia juga menyebut pada saat banjir itu selesai, pihaknya sudah langsung melakukan pengusulan dan mengajukan perbaikan melalui tiga jalur sekaligus.
Pertama, melalui Kementerian Pendidikan lewat Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP).
Kedua, melalui program revitalisasi pemerintah pusat, mengikuti kebijakan program dari Presiden Prabowo.
Ketiga, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait dampak pascabencana.
“Sudah ada tiga usulan yang kami sampaikan, dan saat ini masih dalam proses menunggu tindak lanjut,” papar Mahriansyah.
Sambungnya, mengingat bahwa bangunan lama berbahan kayu, rehabilitasi harus mulai beralih ke material yang lebih tahan air dan tahan lama seperti struktur beton atau lantai keramik dengan elevasi yang sudah disesuaikan, untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Tim teknis telah melakukan kunjungan lapangan sebanyak dua kali untuk menentukan langkah penanganan cepat, apakah akan dilakukan perbaikan ringan terlebih dahulu atau menunggu usulan bantuan pusat.
“Hari ini tim kembali ke lokasi untuk peninjauan lanjutan, sekaligus memastikan arah perbaikan. Apakah dilakukan penanganan sementara sambil menunggu bantuan pusat, atau melalui anggaran perubahan APBD 2026,” jelasnya.
Sedangkan untuk revitalisasi total SDN Jawa Laut 1, Mahriansyah memperkirakan anggaran yang dibutuhkan berkisar hingga Rp2,7 miliar. Karena idealnya bangunan harus ditinggikan agar tidak terus terendam banjir tahunan,
Mahri juga mengungkapkan berdasarkan hasil survei dan desk pascabanjir 2026, terdapat lebih dari 100 sekolah di sekitar 10 kecamatan yang mengalami kerusakan kategori sedang hingga berat, termasuk SD Jawa Laut 1.
“SDN Jawa Laut 1 Martapura ini memang menjadi salah satu yang masuk kategori terdampak yang membutuhkan penanganan serius,” pungkas Mahriansyah. (kan/dya)












