Terjangan angin kencang disertai hujan di kawasan ruang terbuka hijau (RTH) bawah Jembatan Barito, Minggu (22/2/2020) sekitar pukul 18.00 WITA, memicu kepanikan di Pasar Ramadan. Sejumlah tenda roboh, pengunjung berlarian menyelamatkan diri, dan pedagang mengaku mengalami kerugian.
BARITO KUALA, koranbanjar.com – Angin datang secara tiba-tiba menjelang waktu berbuka puasa. Tenda sponsor acara dan salah satu gerbang panggung ambruk diterpa angin, disusul kursi dan meja yang ikut berantakan.
Situasi tersebut membuat pedagang dan pembeli panik. Sejumlah pengunjung berteriak histeris dan berlarian karena khawatir tertimpa tenda yang roboh. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Seorang pedagang mengaku penjualan hari itu menurun drastis karena pembeli memilih meninggalkan lokasi. Momentum jelang berbuka yang biasanya ramai, berubah sepi dalam hitungan menit.
Kepala Disporbudpar Batola, Sirpan, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan kondisi telah kembali kondusif. Ia menyebut stan pedagang di sisi kanan dan kiri lokasi relatif aman dan aktivitas jual beli kembali berlangsung setelah angin mereda.
“Kerusakan yang terjadi masih dapat ditangani. Kami akan segera memperbaiki tenda yang roboh,” ujarnya.
Meski tidak menimbulkan korban, insiden ini menjadi peringatan akan potensi cuaca ekstrem selama musim hujan. Pedagang berharap ada penguatan struktur tenda agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama di momen Ramadan yang menjadi sumber penghasilan utama mereka.
Dengan perbaikan yang dijanjikan pemerintah daerah, para pedagang berharap kepercayaan pengunjung kembali pulih dan aktivitas Pasar Ramadan dapat berjalan normal hingga akhir bulan suci. (yon/bay)













