Ambrolnya ruas jalan di Desa Gunung Ulin, Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar viral dimedsos pada 10 Desember 2025 lalu menjadi perhatian pihak Kecamatan Mataraman.
BANJAR.koranbanjar.com – Ambrolnya ruas jalan Desa Gunung Ulin yang diduga kuat dampak aktivitas penambangan batu bara, sedang tahap penyelidikan oleh kepolisan maka Camat Mataraman Heryanto koordinasikan dengan DPUPRP Kabupaten Banjar dari hasil tinjauan harusnya dilebarkan.
“Jalan tersebut merupakan akses utama bagi warga Desa Baru dan Desa Gunung Ulin sendiri, ketika jalan ini kondisinya separuh jalan hampir runtuh tentunya kita harus terus berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun Pemda,” kata Heryanto selaku Camat Mataraman usai ikuti Rakor Bencana di kantor Bupati Banjar pada Selasa (9/1/2026).
“Kita kemarin juga koordinasi dengan PU, dan pihaknya juga sudah meninjau tapi untuk tindak lanjut ke depannya harusnya itu ada pelebaran jalan,” tambahnya.
Tetapi saat ini belum ada informasi terkait kejelasan pembebasan lahan untuk pelebaran jalan tersebut
“Terkait dengan pembebasan lahan di samping, saat ini informasi yang ulun dapat, pemilik ini belum melepas tanahnya baik itu dijual ataupun dihibahkan untuk jalan,” kata Heryanto.
Ia juga mengatakan terkait dengan perusahaan yang diduga kuat melakukan aktivitas tambang, sudah koordinasi pihak yang masih ada di situ untuk ditutup.
“Ini kan beberapa alat, ada tiga eksavator di situ untuk melakukan penutupan, cuma itu kan butuh waktu yang lama,” jelasnya.
Jadi yang darurat-darurat dulu kita antisipasi, ucapnya, supaya akses masyarakat yang di dalam khususnya itu tidak terhambat, sudah koordinasikan juga dengan pihak desa dan kepolisian.
“Nanti ke depan tinjauan PU bagaimana, karena juga nanti terkait dengan LH juga sepertinya ada ikut andil, terkait dengan pemeriksaan oleh pihak kepolisian kita tidak ikut ranah di situ,” tegas Heryanto.
Kondisi jalan Gunung Ulin yang kembali terjadi longsor pada 4 januari 2026 lalu kini juga telah diberi police line
“Terpenting kita bagaimana terus koordinasi dengan pihak desa, antisipasi awal dulu lah, mungkin seperti yang kita lihat, mengampar back-cross-nya dulu, supaya jalan tidak licin, karena tanah disamping itu sudah tergerus, yang sangat membahayakan apabila kemudian jalan putus,” pungkasnya. (kan/dya)












