Dalam rangkaian optimalkan produksi dan antisipasi perubahan iklim El Nino. Kementerian Pertanian melaksanakan Gerakan Tanam Serempak di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dipusatkan di Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan pada Kamis (9/4/2026).
TANAH LAUT, koranbanjar.com – Kegiatan ini menargetkan luas tanam sekitar 10.000 hektare yang tersebar di 17 provinsi yang telah siap melaksanakan tanam serempak.
Secara keseluruhan, program Cetak Sawah Rakyat (CSR) pada tahun 2025 dilaksanakan di 19 provinsi, sebagai bagian dari upaya perluasan lahan produktif nasional.
Gerakan ini merupakan langkah konkret Kementerian Pertanian dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan cetak sawah rakyat guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung tercapainya swasembada padi berkelanjutan.
Selain itu, percepatan tanam juga menjadi strategi antisipasi terhadap dampak iklim, termasuk potensi El Nino, yang dapat memengaruhi produksi pangan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh kepala daerah di masing-masing lokasi pelaksanaan, mulai dari gubernur, bupati/wali kota, hingga kepala dinas pertanian setempat, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan tanam.
Mewakil Mentan Andi Amran Sulaiman Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dr.Idha Widi Arsanti. SP. MP membuka secara resmi tanam serempak di lahan CSR di 17 provinsi dengan simbolis menerbangkan Drone untuk penebaran benih.
“Kegiatan ini dilakukan untuk mempercepat proses penanaman di lahan cetak sawah rakyat yang sudah siap,” ujar Dr. Idha Widi.
Di Provinsi Kalimantan Selatan, dari total 16.000 hektar cetak sawah rakyat, saat ini telah terealisasi sebanyak 14.000 hektar.
Nasional, telah dibuka lahan seluas 54.000 hektar, dengan target penanaman mencapai 50% dalam waktu dekat untuk menghindari pertumbuhan semak di lahan yang sudah dibuka.
Dr. Idha Widi menyampaikan dari 16 ribu tersebut, sudah bisa merealisasikan sekitar 14 ribu atau 85 persen di Kalimantan Selatan.
Penanaman ini melibatkan SDM pertanian, termasuk brigade pangan dan penyuluh pertanian, yang bekerja sama dengan berbagai jajaran terkait.
“Untuk itu kami terima kasih kepada TNI, Pak Pangdam, Pak Danrem, kemudian Pak Dandim, sampai ke Babinsa yang ikut serta dalam mendampingi atau mengawal pelaksanaan cetak sawah ini,” ucapnya
Lanjutnya di pusat berterima kasih kepada Pak Presiden, kemudian Bapak Menteri Pertanian, Pak Wamen. Dan jajaran yang selalu mengingatkan kepada BPPSMDP.
“Hari ini bahwa lahan kita itu sudah banyak berkurang. Tidak ada cara lain selain kita melakukan cetak sawah,” jelasnya.
Selain itu percepatan tanam serempak ini merupakan bagian menghadapi adanya perubahan iklim dampak El Nino.
Namun Kementerian Pertanian telah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk memitigasi risiko kekeringan.
Yaitu Pompanisasi dengan menyiapkan infrastruktur pompa air untuk mendistribusikan air dari sumber-sumber yang tersedia ke lahan pertanian saat dibutuhkan.
Menggunakan varietas tanaman unggul yang memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap kondisi kering (kekeringan) guna mengurangi ketergantungan pada air dalam jumlah besar.
“Kalau pencegahan El Nino, tentu kita di Kabupaten, Pak Gubernur, Pak Bupati, ini diminta oleh Pak Menteri untuk segera mengadaptasi dan memitigasi lebih awal,” katanya.
“Yaitu menggerakkan kompanisasi sumur-sumur dan lain-lain. Saya rasa kita sudah berpengalaman untuk menghadapi El Nino. Jadi bukan hal yang baru lagi,” paparnya.
Selain itu Mentan sudah menyiapkan anggaran hingga triliunan rupiah khusus untuk program pompanisasi dan penyiapan sumur-sumur guna memastikan ketersediaan air di lahan pertanian.
“Pak Menteri sudah siapkan triliun untuk kegiatan itu. Insya Allah nanti juga akan sampai ke Kalimantan Selatan,” tegasnya.
Dr. Idha Widi berpesan untuk brigade pangan, dan petani tidak boleh lemah, selalu harus diperkuat untuk kemajuan.
Pangan sekarang adalah menjadi yang terbaik dari seluruhnya. Dari beberapa tahun.
“Hari ini stok pangan nasional kita berada di angka 5 juta ton, luar biasa. Inilah capaian dari Kementerian Pertanian di seluruh Indonesia, bahwa pangan adalah segala-galanya,” pungkasnya.
Melalui gerakan tanam serempak ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemanfaatan lahan produktif baru, meningkatkan produksi nasional, serta menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan. (kan/dya)


