Religi  

Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari: Mengenang Warisan, Menjadikan Teladan, Pelayanan Maksimal

Jamaah berduyun-duyun menghadiri Haul ke 220 Datuk Kelampayan.
Jamaah berduyun-duyun menghadiri Haul ke 220 Datuk Kelampayan.

Peringatan haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari kembali digelar pada tahun 2026 dengan suasana yang penuh kekhusyukan dengan pelayanan maksimal

BANJAR, koranbanjar.com – Kegiatan ini menjadi momen penting bagi umat Islam, khususnya masyarakat Kalimantan Selatan, untuk mengenang perjuangan, mendoakan, serta meneladani ajaran ulama besar yang dikenal sebagai Datu Kalampayan.

Puncak kegiatan berlangsung pada 6 Syawal 1447 H atau 26 Maret 2026. Sejak tanggal 22-26 Maret 2026 kawasan sekitar Kubah Kalampayan dan Masjid Tuhfaturraghibin Dalam Pagar di Martapura telah dipadati jamaah untuk melaksanakan haul. Mereka datang dengan semangat ibadah, ziarah, dan mencari keberkahan.

Sebagai tokoh ulama besar, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari meninggalkan warisan keilmuan yang sangat berharga. Karyanya Kitab Sabilal Muhtadin hingga kini tetap menjadi rujukan utama dalam kajian fikih mazhab Syafi’i.

Selain itu, Kitab Tuhfatur Raghibin adalah karya teologi akidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang ditulis Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (Datu Kelampayan). Kitab ini membahas hakikat iman serta hal-hal yang merusak akidah, seperti perkataan, perbuatan, dan i’tiqad.

Dua kitab ini menjadi nama sebuah Mesjid Sabilal Muhtadin di Banjarmasin dan Mesjid Tuhfatur Raghibin di Dalam Pagar Martapura.

Salah satu zuriat beliau, Daudi Zein membacakan manaqib dalam acara haul tersebut.

“Tidaklah kita berkumpul di tempat ini melainkan semata-mata menjunjung tinggi perintah Allah yakni mengingat-ingat nikmat Allah,” ungkapnya

Kemudian ia menyebut firman Allah Surah Ad-Duha ayat 11 “Wa amma bini’mati rabbika fa ḥaddiṡ”

“Adapun terhadap nikmat-nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu sering-sering menyebutnya,” jelasnya atas makna firman tersebut.

Ia mengatakan bahwa di antara nikmat Allah adalah dianugerahkan kepada kita semua terutama masyarakat Banjar dengan lahirnya seorang ulama Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari beserta keturunannya yang alim-alim dan saleh.

“Yang mana saat kita berkumpul menghauli beliau tidak lain merupakan ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat besar dan juga mengamalkan hadits Rasulullah SAW,” jelasnya

Ia membacakan hadits tersebut “”Udzkuru mahasina mautakum” yang artinya: “ceritakanlah kebaikan-kebaikan mereka yang telah wafat mendahului kamu,” jelasnya

“Selain itu kita berkumpul di tempat mulia ini membaca Al Quran, berzikir dan membesarkan Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang dibesarkan Allah yakni Aulia Allah, para sholihin dan ulama pewarisnya Rasulullah,”

Kemudian ia membaca firman Surat Al-Hajj ayat 32  “Zalika wa may yu‘aẓẓim sya‘a’irallahi fa innaha min taqwal-qulub” yang artinya “barangsiapa yang membesarkan syiar-syiar Allah maka sesungguhnya membesarkan syiar-syiar Allah timbul dari ketakwaan hati, semata-mata untuk meraih rahmat dan ampunan serta keridhaan Allah SWT,” jelasnya.

Daudi Zein membacakan manaqib Datu Kalampayan (Foto : Tangkapan layar Al Karim Media)
Daudi Zein membacakan manaqib Datu Kalampayan (Foto : Tangkapan layar Al Karim Media)

Ia juga menyebutnya ucapan Sufyan bin ‘Uyainah sebagai berikut “Inda Dzikris Sholihin Tanzilur Rohmah” yang artinya “Ketika dibacakan hikayat/manaqib orang-orang saleh, Allah turunkan rahmat,”

Ia melanjutkan membaca lmanaqib Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari hingga akhir.

“Tepatnya 322 tahun atau tiga abad lalu lebih pasangan suami istri yang sholeh dan sholehah yakni Tuan Abdullah dan Aminah mendapati lailatul qadar yakni malam 21 Ramadhan 1122 H, keduanya memohon kepada Allah agar anak yang dikandungnya menjadi anak yang alim lagi zahid,” jelasnya

Ia mengisahkan bahwa manakala sempurna masa hamilnya lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Muhammad Arsyad malam Kamis jam 3 dinihari, 11 Shafar 1122 H di sebuah Desa Lok Gabang Kota Martapura Kabupaten Banjar.

“Anak laki-laki tersebut yakni Jaddina Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari sekarang namanya sangat harum dikenal orang sebagai ulama yang sangat luas ilmunya, menghimpun antara ilmu syariat, tarekat dan hakikat yang bermazhabkan Imam Syafii dan berpahamkan Ahli Sunnah wal Jamaah,”

Jiwa seorang insan yang akan menjadi seorang pemimpin besar kadang-kadang sudah nampak tanda-tanda sejak kecil kebesaran dan keistimewaannya baik mengenai kecerdasan dan keahliannya dalam suatu bidang atau akhlak budi pekertinya yang jarang dimiliki oleh teman-teman semasa kecilnya.

“Sejak kecil beliau sudah nampak kecerdasan dan keahliannya daripada yang lain, begitu pula akhlak budi pekertinya yang selalu disenangi oleh orang tua-tua serta pembawaannya yang selalu menyukai keindahan sehingga sejak kecil beliau sudah memiliki keahlian seni lukis dan tulis,” ungkapnya

Dalam ceritanya dijelaskan bahwa siapapun yang melihat karya beliau selalu kagum dan terpukau mata memandangnya.

“Pada suatu hari Sultan Tamjidillah melakukan kunjungan ke Kampung Lok Gabang ia pun melihat karya tulis beliau yang sangat indah memukau hati dan tersirat dihati Sultan untuk membawa beliau ke istana agar mendapatkan pendidikan ilmu-ilmu agama demi mengembangkan bakat dan kecerdasannya,”

Alangkah terkejutnya kedua orang tuanya untuk mengasuh anaknya guna memberi kesempatan belajar di istana dengan guru-guru yang didatangkan Sultan ke istana.

“Maka dengan perasaan hati yang haru penuh suka dan duka orang tuanya pun rela melepaskan anak kesayangannya itu untuk dibawa Sultan ke istana semata-mata karena kecintaan terhadap ilmu, melebihi yang lainnya,” terangnya

“Dengan harapan kelak anaknya nanti menjadi alim dan zahid,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan pengamanan, sebanyak 60 personel Banser Banjar turut diterjunkan dan ditempatkan di sejumlah titik strategis, di antaranya di depan masjid, sepanjang jalur turunan jembatan menuju masjid, serta di atas jembatan hingga area turunannya. Penempatan ini bertujuan untuk mengurai kepadatan arus jemaah sekaligus mengantisipasi potensi kemacetan.

Selain itu, Banser juga bertugas menertibkan pedagang kaki lima (PKL) agar tidak berjualan di titik rawan kemacetan serta mengarahkan jemaah agar tidak duduk di sepanjang jembatan maupun area turunan demi menjaga kelancaran dan keselamatan bersama.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjar, Edy Rosadi yang turut membersamai kegiatan PAM menyampaikan bahwa Banser setiap tahun selalu ikut berpartisipasi.

“Personel bertugas mulai pukul 06.00 Wita hingga seluruh rangkaian acara selesai. PAM ini merupakan bukti khidmat Banser kepada Datu Kelampayan sebagai wujud syukur atas jasa beliau.” katanya

Selain itu, sekitar 800 personel Polri dari Polda Kalimantan Selatan, Polres Banjar, serta unsur Dokkes. Mereka didukung oleh sekitar 2.300 relawan yang turut membantu mengatur jalannya kegiatan di lapangan.

Berbagai fasilitas juga disiapkan, mulai dari dapur lapangan, penyediaan air bersih, hingga sarana sanitasi. Dukungan transportasi sungai dari Direktorat Polairud Polda Kalsel turut membantu mobilitas jamaah yang datang melalui jalur air.

Di bidang kesehatan, layanan diberikan secara maksimal oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalimantan Selatan yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Bhayangkara. Sebanyak 40 tenaga kesehatan diterjunkan, terdiri dari dokter umum, perawat, dan apoteker. Mereka didukung oleh dua unit ambulan serta satu unit mobil operasional Dokpol untuk menunjang penanganan medis di lapangan.

Tidak hanya bersiaga di posko kesehatan, tim medis juga melakukan patroli kesehatan dengan berjalan kaki menyusuri area haul. Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung kondisi jamaah dan memberikan penanganan cepat apabila ditemukan jamaah yang membutuhkan bantuan medis.

Untuk mengurangi kepadatan kendaraan, panitia telah menyiapkan 13 kantong parkir yang tersebar di beberapa jalur utama, yakni enam titik dari arah Pesayangan, tiga titik dari arah Sungai Tabuk, dua titik dari arah Astambul, dan dua titik dari arah Pasar Papan.(mj-40/sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *