Persoalan banjir yang berulang dan menyulitkan kehidupan warga kembali mencuat dalam kegiatan reses DPRD Kalimantan Selatan. Warga Desa Tajau Landung dan Pemakuan, Kecamatan sungai Tabuk menitipkan harapan besar kepada Anggota DPRD Kalsel, Habib Farhan Husien BSI ST, agar aspirasi mereka diperjuangkan hingga ke parlemen.
BANJAR, koranbanjar.com – Warga di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, menitipkan harapan besar agar persoalan banjir yang kerap melanda wilayah mereka dapat ditangani secara serius melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel).
Harapan tersebut disampaikan langsung masyarakat saat kegiatan reses Anggota DPRD Kalsel, Habib Farhan Husien BSI ST, yang dilaksanakan di Desa Tajau Landung dan Desa Pemakuan.
Dalam pertemuan itu, warga memanfaatkan momen reses untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, terutama banjir yang berulang dan berlangsung lama.
Habib Farhan mengungkapkan, banjir menjadi aspirasi yang paling dominan disampaikan warga. Genangan air yang terjadi hampir setiap tahun bahkan bertahan hingga mendekati satu bulan dinilai sangat menyulitkan aktivitas warga serta berdampak pada kondisi ekonomi dan kesehatan masyarakat.
“Masalah banjir ini menjadi perhatian serius. Aspirasi warga tentu akan kami bawa dan bahas di DPRD Kalsel agar dapat dicarikan solusi yang tepat,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Sebagai anggota Komisi III DPRD Kalsel yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, Habib Farhan menilai penanganan banjir harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan, tidak hanya bersifat sementara.
Ia juga berharap adanya keseriusan pemerintah daerah dalam menyusun langkah penanganan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.
Selain persoalan banjir, warga juga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan akses jalan desa serta fasilitas umum, termasuk rumah ibadah, yang dinilai membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.
Dalam rangkaian kegiatan reses yang digelar di 16 titik lokasi, Habib Farhan turut menyalurkan ratusan paket sembako kepada warga. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan upaya meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang terdampak banjir.
Sementara itu, Maslian, salah satu perwakilan warga Desa Tajau Landung, berharap besar agar aspirasi yang disampaikan melalui reses dapat benar-benar ditindaklanjuti oleh DPRD Kalsel dan pemerintah daerah.
“Kami berharap melalui reses ini, masalah banjir yang kami alami bisa mendapat perhatian serius dan ada solusi nyata ke depannya,” ujarnya.
Melalui kegiatan reses tersebut, warga berharap DPRD Kalsel dapat menjadi jembatan efektif antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan penanganan banjir yang lebih baik dan berkelanjutan. (yon/bay)












