Komunitas warga muslim di pegunungan Meratus Dusun Aitih, Desa Tumingki, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) membangun sebuah musala sejak tahun lalu, dan hampir selesai tahun 2026 ini.
HULU SUNGAI SELATAN, koranbanjar.com – Musala Ayaturrahman di Dusun Aitih, yang sedang dibangun masih membutuhkan bantuan tambahan pendanaan, ataupun dalam bentuk lainnya.
Dusun Aitih termasuk perkampungan kecil, yang dihuni oleh 17 kepala keluarga, dengan 55 jiwa.
Saat ini, sekitar 23 warga Aitih telah memeluk islam, terdiri 12 dewasa, 5 remaja dan 6 anak anak.
Salah satu kendala dalam meningkatkan kualitas keislaman muslim di sana yakni belum adanya wadah khusus untuk kegiatan kegiatan ibadah seperti salat berjamaah, pengajian dan tempat memperingati hari hari besar Islam.
Akhirnya, warga berinisiatif membangun musala bersama juru dakwah atau Dai Penggerak Daerah Terpencil dan Rawan Keagamaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten HSS.
Musala dibangun dengan ukuran 6×6 meter, teras 1,5 meter, dan di atas tanah seluas tanah 20×20 meter yang dihibahkan tokoh masyarakat setempat, Muhammad Ingung.
Perkiraan biaya Pembangunan sebesar Rp253.125.000.
Tokoh muslim Kecamatan Loksado, Ustaz Muhammad Yudi yang turut berpartisipasi dalam pembangunan menjelaskan, saat ini Musala Ayaturrahman memasuki tahap penyelesaian.
“Sudah hampir selesai, sekitar 93 persen,” ungkap Ustaz Yudi.
Sementara yang belum dibangun, dan masih perlu bantuan yakni tempat berwudu, toilet dan kamar mandi.
“Tempat wudu, toilet dan kamar mandi merupakan hal yang sangat mendesak untuk dipersiapkan,” tambahnya.
Dijelaskannya, jika musala selesai, sekitar 25 warga dari Dusun Aitih dan dusun sekitarnya bisa memanfaatkannya.
Terlebih, bisa dimanfaatkan para wisatawan Loksado, maupun pedagang yang lewat di jalanan depan musala tersebut.
Musala tersebut, nantinya menjadi fasilitas memperdalam pengetahuan keagamaan islam, sekaligus praktek pengamalan dari pembelajaran agama.
(dvh/rth)












