Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin mengambil tindakan tegas dengan menyegel sementara lahan yang diduga menjadi lokasi pembuangan limbah ayam di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Langkah ini dilakukan setelah keluhan warga terkait bau busuk menyengat yang viral di media sosial.
BANJARMASIN, koranbanjar.com – Kepala Bidang Pengawasan DLH Kota Banjarmasin, Budianoor, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan penanganan awal di lokasi tersebut.
“Untuk sementara akan dipasang plang dan spanduk yang menyatakan lokasi ini dalam pengawasan dan pembinaan DLH,” ujarnya saat ditemui di kantor DLH Kota Banjarmasin, Jalan RE Martadinata, Jumat (27/3/2026).
Menurut Budi, penyegelan sementara dilakukan karena pihaknya masih menelusuri identitas pemilik lahan. Hingga kini, belum diketahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas pembuangan limbah tersebut.
DLH juga akan mencantumkan nomor kontak resmi pada spanduk yang dipasang di lokasi, sebagai upaya agar pemilik lahan atau pihak terkait dapat segera memberikan klarifikasi.
“Kami ingin memastikan apakah pemilik mengetahui aktivitas ini atau justru lahannya dimanfaatkan tanpa sepengetahuan,” katanya.
Ia menegaskan, setelah identitas pemilik lahan diketahui, DLH akan menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penerapan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.
Budi mengaku telah turun langsung ke lokasi setelah menerima laporan yang ramai diperbincangkan di media sosial. Ia menyebut kondisi di lapangan cukup memprihatinkan dengan aroma busuk yang sangat menyengat.
“Baunya sangat kuat dan mengganggu. Ini jelas berdampak pada kenyamanan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, limbah yang dibuang di lokasi tersebut berupa bulu, kulit, dan tulang ayam, bahkan ditemukan pula sisa tulang hewan lainnya.
Aktivitas ini diduga telah berlangsung bertahun-tahun, dengan waktu pembuangan yang tidak menentu, kerap terjadi pada malam hingga dini hari.
Sejumlah warga menduga limbah tersebut berasal dari aktivitas rumah potong hewan (RPH) maupun pedagang ayam, meski hal itu masih dalam proses penelusuran pihak berwenang.
Keluhan tidak hanya datang dari warga sekitar lokasi, tetapi juga dari masyarakat di kawasan lain seperti Mantuil dan Basirih yang mengaku kerap mencium bau busuk saat angin berhembus ke arah permukiman mereka.
Selain itu, para pengguna jalan yang melintas di kawasan Lingkar Selatan juga mengaku terganggu. Tidak sedikit dari mereka yang terpaksa menutup hidung saat melintasi area tersebut.
Keluhan serupa disampaikan pengunjung salah satu gerai ritel modern di sekitar lokasi yang terdampak bau serta banyaknya lalat yang diduga berasal dari limbah tersebut.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan kondisi lokasi dan bau menyengat di kawasan tersebut viral di berbagai platform media sosial, seperti TikTok dan Facebook.
Unggahan tersebut menuai ratusan komentar dari warganet yang mendesak pemerintah segera mengambil tindakan.
Budi turut mengapresiasi peran masyarakat dan konten kreator yang telah menyampaikan informasi tersebut sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
Hingga berita ini diturunkan, DLH Kota Banjarmasin bersama instansi terkait masih melakukan penelusuran untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas pembuangan limbah tersebut. (yon/bay)
Viral Bau Busuk di Lingkar Selatan, DLH Banjarmasin Turun Tangan Segel Lokasi Limbah Ayam













