‎Tanggapi Keluhan Warga, PAM Bandarmasih Janjikan Peremajaan Pipa Besar-besaran di 2026

PAM Bandarmasih akan melakukan peremajaan pipa besar-besaran di tahun 202. (Foto: Dok. PAM Bandarmasih/Koranbanjar.com)

Manajemen PT Air Minum (PAM) Bandarmasih berkomitmen untuk melakukan perbaikan infrastruktur secara masif pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya keluhan pelanggan terkait kemacetan distribusi air bersih yang terjadi di beberapa titik, terutama di wilayah Banjarmasin Selatan.

BANJARMASIN, koranbanjar.com – Selama dua pekan terakhir, warga di kawasan Jalan Tembus Mantuil mengeluhkan distribusi air yang tidak stabil.

‎Isna, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa aliran air sering berhenti pada jam-jam krusial, yakni saat pagi hari dan menjelang Magrib.

‎​”Sudah dua minggu ini air keluarnya sangat kecil, bahkan sering mati total saat jam enam sampai delapan pagi. Akibatnya, anak-anak sering terlambat sekolah karena harus menunggu air mengalir untuk mandi,” ujar Isna, Rabu (21/1/2026).

‎​Keluhan serupa disampaikan oleh warga lainnya, Arul, yang merasa produktivitas kerjanya terganggu akibat kendala teknis ini.

‎Warga berharap janji perbaikan dari perusahaan perseroda tersebut bukan sekadar wacana, mengingat pentingnya air bersih untuk sanitasi dan kebutuhan harian.
‎​
‎Menanggapi polemik tersebut, Plh Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, menyatakan bahwa pihaknya telah memetakan masalah teknis yang terjadi di lapangan. Ia menegaskan bahwa pada tahun 2026 ini, PAM Bandarmasih akan fokus pada peremajaan pipa secara besar-besaran.

‎​”Fokus utama kami tahun ini adalah wilayah Barat, mulai dari Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Sutoyo S. Kami ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses air bersih,” tegas Zulbadi, Kamis (22/1/2026).

‎​Terkait sorotan publik mengenai alokasi anggaran sebesar Rp300 miliar, Zulbadi mengklarifikasi bahwa dana tersebut merupakan gabungan antara biaya operasional dan investasi jangka panjang hingga tahun 2028.

‎Untuk investasi fisik seperti penggantian pipa dan perbaikan pompa, perusahaan mengalokasikan dana berkisar Rp100 hingga Rp150 miliar per tahun.

‎Sebelumnya, Plt Direktur Utama PAM Bandarmasih, Syahrani, menyebutkan bahwa peremajaan ini sangat mendesak dilakukan karena banyak pipa distribusi yang sudah berusia tua. Hal ini berdampak pada tingginya angka kebocoran atau Non-Revenue Water (NRW).

‎​Berdasarkan data internal, upaya perbaikan yang dimulai sejak 2025 telah berhasil menekan angka kebocoran dari 28,78 persen menjadi 28,48 persen.

‎Pihak manajemen optimis, melalui proyek peremajaan pipa distribusi dan pembangunan reservoir baru, kualitas serta kuantitas aliran air ke 160 ribu pelanggan akan meningkat secara signifikan.

‎​”Kami akan segera menurunkan tim ke wilayah Mantuil untuk mengecek penyebab kemacetan yang dikeluhkan warga. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik,” tutup Syahrani. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *