Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam melayani jemaah momen 5 Rajab Sekumpul. Melalui kolaborasi taktis enam Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sebuah Posko Rest Area terpadu didirikan di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel, Banjarmasin, Minggu (28/12/2025).
BANJARMASIN, koranbanjar.com – Langkah ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Kalimantan Selatan guna memastikan para jemaah, khususnya yang datang dari luar daerah, mendapatkan fasilitas istirahat dan logistik yang layak sebelum menuju pusat kegiatan di Martapura, Kabupaten Banjar.
Kolaborasi Lintas Sektoral
Rest Area Posko 1 ini menjadi simbol “Sinergi Tanpa Sekat” di lingkungan Pemprov Kalsel. Enam instansi yang terlibat aktif dalam posko ini meliputi:
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip): Selaku tuan rumah dan penyedia fasilitas tempat.
Sekretariat DPRD Kalsel: Pendukung sarana dan prasarana.
Dinas Perdagangan: Koordinasi ketersediaan logistik.
RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh: Penyediaan layanan kesehatan dan tenaga medis.
Dinas Perhubungan: Pengaturan arus lalu lintas di titik posko. Dinas Koperasi dan UMKM: Dukungan konsumsi dan pemberdayaan logistik lokal.
Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di kantornya didasari atas pertimbangan geografis yang krusial.
”Dinas Perpustakaan ditunjuk sebagai tempat posko karena posisinya merupakan pintu pertama masuknya jemaah dari arah Banjarmasin, Kalimantan Tengah, maupun jemaah yang datang dari jalur laut. Ini adalah titik singgah paling strategis,” ungkap Sri Mawarni.
Meski sempat diliputi keraguan karena lokasi posko berada di dekat lampu lalu lintas yang biasanya identik dengan arus kendaraan berkecepatan tinggi, kenyataan di lapangan justru sebaliknya.
Kepadatan volume kendaraan membuat arus lalu lintas melambat, sehingga jemaah dengan mudah mengakses rest area tersebut.
”Kami sengaja memasang spanduk dalam jumlah banyak agar jemaah melihat. Alhamdulillah, banyak yang mampir dan kami menyambut dengan senang hati meski dalam segala keterbatasan,” tambahnya.
Fasilitas yang disediakan tidak main-main. Para jemaah mendapatkan layanan makan gratis yang dijadwalkan secara rutin mulai dari makan pagi, siang, malam, hingga dini hari.
Tersedia pula beragam kudapan seperti gorengan dan minuman hangat untuk memulihkan stamina jemaah.
Dalam hal konsumsi, Sri Mawarni menegaskan bahwa pihaknya sangat selektif. Seluruh hidangan yang disajikan harus memenuhi standar kelayakan dan rasa yang enak.
Menu-menu yang disiapkan antara lain nasi goreng ayam bakar, ayam lalapan, mie merah, nasi kuning, hingga menu andalan 1.000 bungkus nasi samin.
”Semua sesuai dengan arahan Pak Gubernur. Kami tidak ingin menyajikan makanan yang tidak bagus. Semua harus enak dan berkualitas karena ini adalah bentuk pengabdian kami kepada masyarakat,” tegasnya.
Pihak panitia awalnya menyiapkan sekitar 3.000 porsi makanan untuk kebutuhan tiga hari. Namun, karena membludaknya jumlah jemaah yang singgah, stok logistik terserap lebih cepat dari estimasi semula.
Meski demikian, tim gabungan 6 SKPD tetap berkomitmen mengoptimalkan sumber daya yang ada hingga seluruh rangkaian acara selesai.
Menutup keterangannya, Sri Mawarni menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelayanan akibat lonjakan jemaah yang di luar ekspektasi. Ia berharap upaya kolektif ini membawa keberkahan bagi Banua.
”Kami berharap ke depannya pelayanan ini bisa lebih maju lagi. Semoga kita semua dijauhkan dari bencana dan selamat dunia akhirat,” pungkasnya. (yon/bay)












