Satlantas dan Dishub Banjarmasin Tutup Tiga Titik Rawan Kebut-kebutan di Jalan A Yani Km 4

Satlantas Polresta Banjarmasin bersama Dinas Perhubungan survei tiga titik putar balik di Jalan A. Yani Km 4 sampai dengan Km 6. (Foto : Koranbanjar.com)

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banjarmasin bersama Dinas Perhubungan (Dishub), survei tiga titik putar balik di Jalan A. Yani Km 4 sampai dengan Km 6 yang sering dimanfaatkan sebagai arena kebut-kebutan liar pada dinihari.

BANJARMASIN Koranbanjar,com – Tiga lokasi yang menjadi perhatian berada di depan Dealer Nissan, TVRI Banjarmasin Dini Minimarket

“Tiga titik itu rawan, berpotensi menimbulkan kecelakaan akibat aksi kebut-kebutan,” kata Kasat Lantas Polresta Banjarmasin, AKP Embang Pramono.

Pihaknya akan memperkuat pengawasan di lokasi tersebut sebagai langkah pencegahan.

“Kami akan melakukan upaya preventif dengan menurunkan personel piket malam untuk patroli dan stanby di titik U-turn itu,” jelas Embang, Jumat (20/2/2026).

Dikatakan Kasat, kehadiran petugas di lapangan merupakan bentuk komitmen negara dalam mencegah kejahatan sosial dan pelanggaran lalu lintas. Apabila langkah preventif belum memberikan hasil maksimal, pihaknya siap meningkatkan tindakan.

“Jika masih ditemukan pelanggaran, kami tidak segan menurunkan seluruh personel lalu lintas untuk melakukan tindakan represif,” tuturnya.

Dalam hal ini, Embang kembali mengingatkan, aksi balap liar di jalan umum sangat membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lainnya. Terlebih, Jalan A. Yani Km 4–6 merupakan salah satu koridor utama dengan arus lalu lintas padat.

Dari hasil survei, Satlantas telah memetakan pola waktu dan tingkat kerawanan yang terjadi pada jam-jam tertentu, terutama menjelang dini hari.

Penempatan personel akan difokuskan pada waktu rawan guna meminimalkan potensi pelanggaran dan kecelakaan.

Sementara itu, Dishub Kota Banjarmasin menyatakan segera membenahi sarana pendukung di lokasi. Perbaikan besi portal portabel dilakukan agar dapat difungsikan untuk menutup U-turn yang sering digunakan untuk balap liar.

Namun, pembenahan memerlukan waktu lantaran di dua titik U-turn dilaporkan besi portal hilang. Dishub akan mengganti fasilitas tersebut dan memastikan portal dapat digunakan optimal sebagai bagian dari pengendalian lalu lintas.

(Ing/rth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *