Refleksi Banjir 2021: ICDN Kalsel Berkomitmen Kawal Pengelolaan SDA Berbasis Ekologi

Wawancara Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman saat acara pelantikan pengurus ICDN Kalsel, Sabtu (6/12/2025). (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Tragedi banjir besar yang melumpuhkan Kalimantan Selatan pada tahun 2021 silam menjadi catatan kelam sekaligus refleksi penting bagi pembangunan daerah.

BANJARMASIN, koranbanjar.com – ‎Menyadari hal tersebut, Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Provinsi Kalimantan Selatan di bawah kepemimpinan Hasnuryadi Sulaiman berkomitmen menjadikan pemulihan ekologi dan pengawalan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai agenda prioritas.

‎​Hal tersebut ditegaskan Hasnuryadi Sulaiman usai resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ICDN Kalsel periode 2025-2030 di Banjarmasin, Sabtu (6/12/2025).

‎​Dalam sambutan singkatnya, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalsel ini menekankan bahwa intelektualitas masyarakat Dayak harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata penyelamatan lingkungan.

‎Menurutnya, kekayaan alam Kalsel yang melimpah ibarat pedang bermata dua jika tidak dikelola dengan bijak.

‎​“Kalimantan Selatan dianugerahi sumber daya alam yang luar biasa. Namun, kita pernah belajar dari peristiwa banjir besar 2021,” ujar Hasnuryadi.

‎Itu bukan sekadar bencana, lanjutnya melainkan refleksi mendalam bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri dan cara kita memperlakukan alam.

‎​Ia menambahkan, ICDN akan memposisikan diri sebagai “benteng intelektual” yang mengawasi agar eksploitasi SDA tidak mengabaikan daya dukung lingkungan.

‎“Tugas kita adalah memastikan bahwa generasi mendatang masih bisa menikmati alam yang hijau, bukan sekadar sisa-sisa kerusakan,” imbuhnya.

‎​Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) ICDN, Willy M. Yoseph, mendukung penuh visi tersebut. Ia menyatakan bahwa sebagai wadah para cendekiawan, ICDN memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan masukan berbasis sains dan data kepada pemerintah terkait pengelolaan lingkungan.

‎​“Fokus utama kita adalah mempersiapkan SDM Dayak yang unggul namun tetap memegang teguh kearifan lokal dalam mengelola alam. ICDN harus menjadi tempat bernaung bagi pemikiran-pemikiran strategis yang mampu menyelaraskan kemajuan ekonomi dengan kelestarian ekosistem,” ujar Willy.

‎​Willy menilai, antusiasme peserta pengukuhan dari berbagai kabupaten/kota di Kalsel menunjukkan adanya kesadaran kolektif bahwa tantangan perubahan iklim harus dihadapi dengan persatuan dan ilmu pengetahuan.
‎​Konsolidasi dan Inklusivitas

‎​Selain isu lingkungan, Hasnuryadi Sulaiman juga mempercepat konsolidasi organisasi. Saat ini, dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, sebanyak 12 wilayah telah berhasil dilantik pengurusnya. Targetnya, dalam waktu dekat, seluruh pelosok Kalsel akan memiliki representasi ICDN yang aktif.

‎​Dalam menjalankan misinya, ICDN Kalsel mengusung semangat inklusivitas. Hasnuryadi menekankan bahwa meskipun membawa identitas “Dayak”, organisasi ini terbuka untuk bersinergi dengan seluruh suku, agama, dan golongan di Kalimantan Selatan.

‎​‎​“Kecintaan terhadap lingkungan dan budaya adalah bahasa universal. Kami merangkul semua elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga Bumi Lambung Mangkurat tetap lestari sejalan dengan visi Indonesia Maju 2025,” tutupnya. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *