Pola Asuh dan Lingkungan Jadi Faktor Pemicu Gangguan Kepribadian Narsistik

Psikolog Klinis Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru, Shabrina Mahfoed, M.Psi. (Foto: Koranbanjar.com)

Psikolog Klinis Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru, Shabrina Mahfoed, M.Psi., menjelaskan bahwa gangguan kepribadian narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD) dapat dipicu oleh faktor genetik, lingkungan, neurobiologi, hingga psikologis.

BANJARBARU, koranbanjar.com – NPD kerap disalahartikan sebagai sikap percaya diri berlebihan. Padahal, kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan sejak masa kanak-kanak.

Riwayat keluarga dengan karakter kepribadian tertentu menjadi salah satu faktor awal yang meningkatkan risiko seseorang mengalami NPD

Selain genetik, pola asuh orang tua turut memegang peran penting. Anak yang terlalu sering dipuji tanpa dikenalkan pada kesalahan berpotensi kesulitan menerima kritik.

“Contohnya saat anak jatuh, orang tua justru menyalahkan lantai. Hal seperti ini bisa menjadi bibit perilaku narsistik,” ujar Shabrina.

Sebaliknya, anak yang tumbuh dengan minim apresiasi dan lebih sering menerima kritik juga berisiko mengalami kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi. Kondisi tersebut dapat mendorong terbentuknya mekanisme pertahanan diri yang berkembang menjadi NPD.

Faktor lainnya adalah neurobiologi, yakni perbedaan koneksi antara otak dan perilaku. Dari sisi psikologis, individu dengan NPD umumnya memiliki harga diri yang rapuh, sehingga terus membutuhkan validasi dari orang lain.

Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa NPD bukan sekadar persoalan sikap, melainkan kondisi psikologis yang perlu dipahami dan dicegah melalui pola asuh yang seimbang sejak dini. (bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *