Dalam upaya mendukung penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir. P.M Noor, Waduk Riam Kanan Aranio mulai memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi tambahan untuk mendukung operasionalnya.
BANJARBARU.koranbanjar.com – Pada hari kedua, kegiatan Media Gathering PLN UID Kalselteng, puluhan awak media lakukan kunjungan lapangan ke PLTA Ir. P.M Noor, di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, sebagai salah satu infrastruktur penting dalam penyediaan energi listrik, Rabu (8/4/2026).
Team Leader Operation PLTA Ir. P.M Noor, Widiyanto, menjelaskan PLTS yang terpasang memiliki kapasitas sekitar 361 kilowatt peak (kWp).
“Cakupan tenaga yang dihasilkan dari PLTS ini kurang lebih 361 kWp,” ujarnya
Selain itu, sebagai upaya memaksimalkan penggunaan tempat, PLTS ini juga dibangun di atas Air Waduk Riam Kanan yang berdekatan dengan bendungan milik PLTA Ir. P.M Noor.
Widiyanto juga menyebutkan dan menjelaskan sistem PLTS tersebut tidak dilengkapi dengan baterai penyimpanan energi, sehingga hanya beroperasi pada siang hari.
“PLTS ini tidak menggunakan baterai, jadi saat malam otomatis tidak beroperasi. Energi yang dihasilkan langsung disalurkan untuk kebutuhan operasional,” paparnya.
Sambung Widiyanto , penggunaan PLTS ini difokuskan untuk menunjang aktivitas operasional pada siang hari, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada sumber energi lain.
Serta sistem PLTS di lokasi Waduk tersebut terdiri dari ratusan panel surya yang tersusun.
“Jumlah panelnya ada 624 unit, hasil dari susunan 26 kali 24 panel,” jelasnya.
Menurutnya, dengan kapasitas tersebut, energi yang dihasilkan dinilai cukup besar. Bahkan, jika dialokasikan untuk kebutuhan masyarakat, daya yang dihasilkan mampu mencukupi kebutuhan listrik untuk skala desa.
“Kalau kapasitas 361 kWp ini, kira-kira bisa mencukupi kebutuhan listrik satu desa,” ungkapnya.
Ke depan, sistem PLTS dapat dikembangkan lebih lanjut dengan penambahan teknologi penyimpanan energi agar dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk pada malam hari.
“Di beberapa daerah sudah ada yang menggunakan storage, sehingga energi bisa disimpan dan digunakan saat malam,” pungkasnya.
Pemanfaatan PLTS di lingkungan PLTA ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung transisi energi bersih serta meningkatkan efisiensi operasional pembangkit listrik di Kalimantan Selatan. (kan/dya)













