Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pasar Lama Kota Banjarmasin dipadati ribuan warga yang berburu kebutuhan pokok. Lonjakan pengunjung sejak pagi hari menyebabkan kemacetan parah di kawasan pasar, seiring meningkatnya aktivitas belanja untuk persiapan lebaran.
BANJARMASIN, koranbanjar.com – Suasana di Pasar Lama Banjarmasin, Kamis (19/3/2026) terlihat jauh lebih sibuk dari hari biasa. Warga berbondong-bondong datang untuk membeli berbagai kebutuhan, mulai dari daging sapi, ayam, ikan, hingga sayur-mayur.
Mayoritas konsumen membeli dalam jumlah besar sebagai persiapan kebutuhan selama tiga hari, sejak awal hingga pascalebaran.
Lonjakan aktivitas ini dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap terbatasnya ketersediaan bahan pangan saat hari raya. Pasalnya, sebagian besar pedagang biasanya tutup dan aktivitas pasar cenderung menurun drastis setelah Idulfitri.
Kepadatan tidak hanya terjadi di dalam area pasar, tetapi juga merembet hingga ke akses jalan di sekitarnya.
Banyaknya pengendara sepeda motor yang masuk ke area pasar memperparah kondisi, sehingga memicu kemacetan panjang yang sulit dihindari. Situasi ini menjadi fenomena rutin yang terjadi setiap menjelang akhir Ramadan.
Salah satu pembeli, Rusmiati, mengaku sengaja datang lebih awal untuk membeli daging sapi sebagai bahan utama hidangan Lebaran. Ia berencana memasak sop daging untuk disajikan kepada keluarga dan tamu.
“Setiap tahun pasti beli daging sapi. Sudah jadi menu favorit keluarga saat Lebaran,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Adawati, warga Jalan Sultan Adam, yang memilih membeli daging ayam. Ia berencana memasak opor ayam yang akan disajikan bersama ketupat.
“Kalau saya lebih pilih ayam. Mau masak opor, sudah jadi tradisi tiap Lebaran,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan hingga pukul 11.00 WITA, kondisi pasar mulai berangsur lengang. Meski demikian, para pedagang masih tampak sibuk melayani pembeli yang tersisa.
Di sisi lain, kepastian jatuhnya Hari Raya Idulfitri masih menunggu hasil sidang isbat pemerintah. Perbedaan metode penentuan awal Syawal oleh sejumlah organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama membuat tanggal Lebaran belum diumumkan secara resmi.
Meski demikian, antusiasme masyarakat dalam menyambut hari kemenangan tetap tinggi. Pasar Lama kembali menjadi saksi denyut tradisi tahunan, di mana hiruk-pikuk, keringat, dan harapan bertemu dalam satu ruang, untuk persiapan menyambut hari yang fitri. (yon/bay)












