Masjid Agung Miftahul Ihsan Banjarmasin Terbengkalai, Pemko Diminta Lakukan Audit Pengelolaan

Masjid Agung Miftahul Ihsan Banjarmasin. (Foto: Koranbanjar.com)

Kondisi Masjid Agung Miftahul Ihsan Banjarmasin dilaporkan kian memprihatinkan. Masjid milik Pemerintah Kota Banjarmasin yang juga menjadi salah satu ikon Kota Seribu Sungai itu disebut mengalami penurunan fungsi akibat lemahnya pengelolaan sejak tahun 2023.

BANJARMASIN, koranbanjar.com – Informasi tersebut disampaikan sumber terpercaya kepada koranbanjar.com yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mengungkapkan, persoalan bermula dari menurunnya kebersihan masjid, rusaknya sejumlah fasilitas, hingga penataan sarana yang dinilai tidak lagi tertib.

“Sejak 2023 mulai terlihat masalah serius dalam pengelolaan masjid. Kebersihan kurang terjaga, fasilitas banyak yang rusak, dan penataan terkesan asal-asalan,” ungkapnya, Senin (19/1/2026) di Banjarmasin.

Seiring waktu, persoalan bertambah dengan terjadinya sejumlah kehilangan fasilitas masjid. Beberapa barang yang dilaporkan hilang di antaranya satu unit AC berdiri, dua unit kamera pengawas (CCTV), serta uang di dalam celengan masjid.

Tak hanya itu, sejak sekitar tiga tahun terakhir, sejumlah pihak yang berperan aktif dalam operasional masjid juga tidak lagi menerima infak maupun insentif bulanan.

Mereka meliputi pendakwah, khatib, marbot, petugas kebersihan, penjaga malam, hingga petugas penata sandal jemaah saat salat Jumat.

“Sudah hampir tiga tahun mereka tidak mendapatkan kompensasi. Sekarang hanya berharap dari kepedulian jemaah, itupun tidak menentu,” bebernya.

Dampak dari kondisi tersebut membuat aktivitas Masjid Agung Miftahul Ihsan semakin menurun. Sumber menyebutkan, dalam tiga tahun terakhir hampir tidak ada lagi penyewaan ruang induk masjid untuk kegiatan keagamaan maupun acara lainnya.

Selain itu, disebutkan pula adanya konflik internal di tubuh pengurus pengelola masjid yang berujung pada vakumnya rapat-rapat pengurus, baik terkait program kerja, laporan pertanggungjawaban, maupun transparansi keuangan.

Atas kondisi tersebut, sumber meminta Pemerintah Kota Banjarmasin segera turun tangan dengan melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan Masjid Agung Miftahul Ihsan.

“Kami mohon Pemko Banjarmasin melakukan audit agar jelas apa yang sebenarnya terjadi dan masjid ini bisa kembali terkelola dengan baik,” pintanya.

Sementara itu, hasil pantauan koranbanjar.com di lokasi menunjukkan sekitar 20 celengan tersebar di berbagai sudut masjid. Namun, sebagian besar tampak kosong dan hanya beberapa yang berisi dengan jumlah yang relatif sedikit.

Hingga berita ini diterbitkan, koranbanjar.com masih berupaya menghubungi Pengurus Pengelola Masjid Agung Miftahul Ihsan Banjarmasin untuk meminta klarifikasi dan konfirmasi terkait kondisi tersebut. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *