Kader Golkar Batola Minta Kepastian Musda XI Demi Jaga Soliditas dan Kepercayaan Kader

Syarif Faisal, saat ini menjabat Wakil Ketua DPD Partai Golkar Batola. (Foto: Antara)

Ketidakpastian jadwal pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Barito Kuala dinilai berpotensi mengganggu soliditas organisasi dan kepercayaan kader di tingkat kabupaten hingga kecamatan.

BANJARMASIN, koranbanjar.com – Hal tersebut disampaikan kader Partai Golkar Batola, Syarif Faisal, yang berharap Musda segera dilaksanakan secara pasti, transparan, dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.

Menurut Syarif Faisal, kepastian Musda sangat penting untuk menjaga stabilitas internal partai serta memastikan proses regenerasi kepemimpinan berjalan sehat dan bermartabat.

“Musda bukan sekadar agenda organisasi, tapi momentum penting untuk menjaga kepercayaan kader dan memastikan roda partai berjalan sesuai aturan,” ujarnya, Senin (12/1/2026).

Ia menilai, penundaan Musda yang telah terjadi beberapa kali berpotensi menimbulkan kegelisahan di internal partai, khususnya di kalangan pengurus kabupaten dan kecamatan yang selama ini aktif menjalankan mesin organisasi.

Syarif Faisal menegaskan, seluruh tahapan Musda seharusnya mengedepankan prinsip keterbukaan, objektivitas, dan demokrasi internal.

Ia berharap panitia serta struktur yang telah dibentuk sebelumnya tetap dipertahankan agar proses berjalan kredibel dan tidak memunculkan persepsi negatif.

“Kepercayaan kader itu mahal. Kalau prosesnya tidak jelas, yang terganggu bukan hanya Musda, tapi juga semangat kader di lapangan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya Musda sebagai ruang kompetisi sehat bagi kader Partai Golkar, di mana setiap kader memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan memimpin, sesuai mekanisme organisasi.

Lebih lanjut, Syarif Faisal menyampaikan keyakinannya bahwa jajaran pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Selatan masih menjunjung tinggi norma dan aturan organisasi dalam mengawal pelaksanaan Musda di daerah.

“Kami yakin Golkar tetap berpegang pada prinsip taat aturan. Itu yang membuat kami sebagai kader tetap bertahan dan berharap,” ucapnya.

Diketahui, Musda XI DPD Partai Golkar Batola sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 6 atau 7 Desember 2025, kemudian diundur ke 14 Desember 2025, dan kembali mengalami penundaan hingga kini belum ada kepastian waktu pelaksanaan.

Syarif Faisal berharap penetapan jadwal Musda ke depan dapat segera diumumkan secara resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di internal partai serta tetap menjaga marwah Partai Golkar sebagai partai besar dan modern.

Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel, H Supian HK. (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Sementara di waktu yang berbeda saat dikonfirmasi Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan, Supian HK, menegaskan sikap terbuka dan dukungan penuh terhadap siapa pun kader terbaik yang nantinya terpilih memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Barito Kuala (Batola).

‎Supian HK mengungkapkan, sikap tersebut merupakan hasil kesepakatan internal setelah dilakukan rapat bersama Ketua DPD Partai Golkar Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman.

‎Menurutnya, tidak ada persoalan siapa pun figur yang akan muncul sebagai ketua, selama prosesnya berjalan sesuai mekanisme organisasi.

‎“Kami sudah mengadakan rapat internal dengan Ketua DPD Kalsel, Pak Hasnuryadi. Prinsipnya, kami sangat terbuka. Tidak ada masalah siapa pun yang terpilih memimpin DPD Golkar Batola,” ujar Supian HK.

‎Ia juga menepis anggapan adanya intervensi dari DPD Partai Golkar Kalsel dalam pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Batola. Supian menegaskan, proses Musda sepenuhnya berjalan sesuai aturan organisasi.

‎“Terkait isu adanya intervensi, itu sama sekali tidak benar. Tidak ada intervensi,” tegasnya.

‎Namun demikian, Supian HK mengakui bahwa dalam dinamika politik organisasi, kebijakan tertentu bisa saja muncul dalam bentuk strategi, taktik, maupun teknik politik, sepanjang tidak melanggar aturan yang berlaku.

‎Menanggapi adanya keberatan atau dinamika internal yang berkembang di tingkat kader, Supian HK menyebut pihaknya akan kembali melakukan rapat untuk menyikapi persoalan tersebut secara kolektif.

‎“Jika ada persoalan internal, tentu akan kami rapatkan kembali bersama pengurus. Nantinya ketua yang akan menyampaikan keputusan akhir, karena itu merupakan wewenang beliau,” jelasnya.

‎Supian HK memastikan, Musda Partai Golkar Batola tetap akan dilaksanakan sesuai agenda, yakni pada Januari atau Februari mendatang. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *