Gubernur dan Kapolda Kalsel Kompak Instruksikan Tahun Baru Tanpa Kembang Api dan Hura-hura

Gubernur Kalsel H Muhidin dan Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan. (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Menjelang pergantian tahun, pucuk pimpinan di Kalimantan Selatan menunjukkan sikap solidaritas yang kuat. Gubernur Kalsel, Muhidin, bersama Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, sepakat menginstruksikan warga untuk menanggalkan tradisi kembang api dan petasan demi menghormati para korban bencana alam.

‎BANJARBARU, koranbanjar.com – Langkah ini diambil bukan sekadar untuk ketertiban, melainkan sebagai pesan moral bahwa Kalimantan Selatan sedang dalam masa keprihatinan.

‎​Gubernur Muhidin menegaskan bahwa perayaan yang berlebihan di tengah duka sesama saudara sebangsa adalah tindakan yang tidak etis. Ia meminta masyarakat untuk melakukan refleksi diri daripada melakukan pesta pora di ruang publik.

‎​‎​“Sudah sepatutnya kita menahan diri. Di saat ada saudara kita yang kehilangan tempat tinggal atau sedang berjuang menghadapi musibah, suara petasan itu tidaklah bijak. Mari kita maknai pergantian tahun dengan doa dan kesederhanaan,” ungkap Muhidin saat ditemui di sela peringatan 5 Rajab Guru Sekumpul.

‎​Sinergi Pengamanan Berbasis Solidaritas

‎​Sikap tegas Gubernur ini langsung diamini oleh Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan. ‎Pihak kepolisian tidak hanya melihat larangan ini dari sisi hukum positif, tetapi juga sebagai bentuk dukungan psikologis bagi masyarakat.

‎​“Imbauan kami sejalan dengan Bapak Gubernur. Ini adalah bentuk solidaritas nyata. Kami mengajak masyarakat merayakan malam tahun baru dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan tidak mengganggu ketenangan mereka yang sedang tertimpa musibah,” jelas Kapolda.

‎​Kapolda juga memastikan bahwa seluruh jajaran kepolisian di tingkat kabupaten/kota hingga desa (Bhabinkamtibmas) akan melakukan pendekatan persuasif kepada warga agar instruksi ini dipatuhi demi terjaganya situasi yang kondusif.
‎​
‎​Pemerintah Provinsi Kalsel saat ini tengah memusatkan energi untuk memastikan pelayanan dasar tetap berjalan optimal selama libur panjang.

‎Alokasi sumber daya yang biasanya terkuras untuk pengamanan pesta kembang api, kini dialihkan untuk memantau titik-titik rawan dan memastikan kenyamanan warga yang sedang menjalankan ibadah maupun masa liburan.

‎​Dengan narasi “Tahun Baru yang Teduh”, Pemprov dan Polda Kalsel berharap semangat solidaritas ini menjadi modal sosial yang kuat bagi Kalimantan Selatan untuk bangkit dan pulih lebih cepat dari dampak bencana yang terjadi. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *