GERMAS BERLIAN Dorong Pemberdayaan Keluarga untuk Kesehatan Ibu dan Anak di Kecamatan Cempaka

Dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. (Sumber Foto: Poltekkes Kemenkes Banjarmasin)

Upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak terus digencarkan melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Germas Berlian (Gerakan Masyarakat Berdayakan Keluarga untuk Ibu dan Anak) yang dilaksanakan oleh Dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.

Oleh: Efi Kristiana Dkk*

PROGRAM ini hadir sebagai respons terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat, seperti, masih adanya anemia pada ibu hamil dan remaja, belum optimalnya pemberian ASI eksklusif, masih ditemukannya balita dengan status gizi kurang serta rendahnya kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh literasi kesehatan masyarakat yang belum merata.

Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari koordinasi dan observasi lapangan, diskusi kelompok terarah (FGD) bersama perangkat kelurahan.

Edukasi kesehatan terintegrasi, skrining kesehatan, pelatihan pemberdayaan keluarga, hingga kunjungan rumah pada keluarga prioritas.

Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari ibu hamil, ibu balita, dan remaja mengikuti kegiatan edukasi kesehatan.

Materi yang diberikan meliputi pencegahan anemia, pentingnya ASI eksklusif, imunisasi dasar lengkap, perawatan neonatal, serta praktik hidup bersih dan sehat.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti edukasi.

Persentase peserta dengan pengetahuan baik meningkat signifikan dibandingkan sebelum penyuluhan.

Selain itu, skrining kesehatan menemukan masih adanya kasus anemia pada ibu hamil dan remaja serta status gizi kurang pada sebagian balita, sehingga intervensi gizi terarah dan pendampingan keluarga menjadi langkah penting selanjutnya.

Sebagai tindak lanjut, tim pelaksana melakukan kunjungan rumah kepada 20 keluarga prioritas di Kelurahan Bangkal dan Sungai Tiung.

Dalam kegiatan ini dilakukan pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemantauan gizi balita, pemeriksaan hemoglobin remaja, pemberian tablet tambah darah, serta konseling gizi dan PHBS.

Dari hasil pemantauan, terlihat adanya perubahan perilaku kesehatan keluarga, antara lain peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, praktik cuci tangan yang lebih baik, pemberian makanan yang lebih beragam pada balita, serta meningkatnya pemanfaatan layanan posyandu.

Program ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat mampu meningkatkan kesadaran dan praktik kesehatan keluarga.

Ke depan, keberlanjutan program serta kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di wilayah tersebut.

*Efi Kristiana, Fitria Jannatul Laili, Megawati, Vonny Khresna Dewi, Rafidah, Erni Yuliastuti, Nur Rohmah Prihatanti, Isnaniah, Zakiah, Khairir Rizani, Suryanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *