Tergiur ingin mandi berenang saat air pasang, dua anak yakni seorang pelajar SDN dan satunya lagi anak dari Panti Asuhan ditemukan tewas
BANJARMASIN, Koranbanjar.com – Sebelumnya R Muhamnad Fahid (10) tenggelam di sungai, di Jalan Manggis Gang Taufik RT 14 Banjarmasin Timur, pada Minggu (11/1/2025), meski ditemukan, namun nyawanya tak terselamatkan.
Sementara di tempat lain Senin (12/1/2026), M Irfan (13), seorang pelajar SDN Pekauman I, tenggelam di Sungai Martapura, tepatnya di Jalan Rantauan Ilir Banjarmasin Selatan, ditemukan Tim Rescue gabungan, Senin (12/1/2025) dinihari.
Untuk korban M Irfan, warga Jalan 9 Oktober Gang Keluarga 2 Banjarmasin Selatan, ditemukan mengapung dan dinyatakan meninggal dunia.
Pihak keluarga sudah merelakan kematian korban Irfan dan meminta langsung dibawa ke rumah duka, guna dilakukan pemakaman.
Sebelumnya, korban tenggelam pada Sabtu (10/1/2025), sekitar pukul 17. 00 WITA, berawal, ketika melihat temannya sedang berenang sambil menyeberang sungai. Kemudian korban bersama lima orang temannya ikutan berenang serta menyeberangi sungai. Namun pada saat menyeberangi sungai, terseret arus.
Kemudian kejadian yang menimpa Muhammad Fahid, merupakan anak panti asuhan tak terselamatkan meski sempat di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalsel
Menurut keterangan pengurus panti, korban dititipkan ke panti asuhan karena sudah tidak diurus lagi oleh orang tuanya.
Berdasarkan informssi yang didapat, korban sebelumnya berenang di sungai bersama teman-temannya. Namun, korban tidak kunjung muncul ke permukaan air. Teman-teman korban kemudian berteriak meminta tolong, sehingga mengundang perhatian warga sekitar.
Saksi bernama Amin (50) yang mendengar teriakan tersebut segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara, namun, oleh petugas medis menyatakan korban meninggal dunia pada pukul 12.07 WITA.
Terkait informasi tersebut piket gabungan dari Polsek Banjarmasin Timur, Sat Polairud Polresta Banjarmasin serta Sat Reskrim Polresta Banjarmasin (Unit Identifikasi) telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengimbau masyarakat agar lebih waspada pada anak-naknya terlebih kondisi air pasang.
(Ing/rth)












