Dokter Rinawati Nilai RSD Idaman Banjarbaru Masuk Kategori Utama, Tingkatkan Layanan KIA Menuju Standar Paripurna

Tenaga ahli bidang neonatologi RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp. A,Subsp.Neo (K). (Sumber Foto: Saukani/koranbanjar.com)

Program pengampuan layanan kesehatan melalui skema sister hospital menjadi langkah dan kolaborasi strategis dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan ibu dan anak (KIA) di RSD Idaman Banjarbaru. Serta tingkatkan fasilitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) agar bisa naik kelas kategori.

BANJARBARU.koranbanjar.com – Tenaga ahli bidang neonatologi RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp. A,Subsp.Neo (K), menegaskan layanan KIA menjadi salah satu prioritas nasional dalam transformasi sektor kesehatan.

Ia menyampaikan pemerintah pusat telah menetapkan 10 jenis layanan kesehatan prioritas untuk program pengampuan yang harus ditingkatkan.

Beberapa di antaranya yang berkaitan dengan angka kematian dan dampaknya terhadap masyarakat.

Penyakit jantung menjadi prioritas karena prevalensinya yang tinggi.

​Stroke juga termasuk dalam layanan yang diprioritaskan karena risiko kematian yang tinggi serta kanker.

Fokus utama lainnya dalam program pengampuan layanan kesehatan adalah ​Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), karena sangat krusial bagi keberlangsungan keluarga dan negara.

“Kalau jantung, stroke, dan kanker itu untuk masa kini. Tapi ibu dan anak ini untuk masa depan, kalau ibu dan bayi tidak tertangani dengan baik, maka akan berdampak pada keberlangsungan keluarga dan generasi ke depan,” ujarnya.

Prof. dr Rinawati juga menjelaskan, bahwa konsep pengampuan bertujuan untuk mendampingi rumah sakit daerah agar mampu meningkatkan kapasitas layanan sesuai standar nasional, baik dari sisi sumber daya manusia, fasilitas, hingga sistem manajemen.

“Pengampuan itu artinya pusat datang melihat kondisi daerah, lalu membantu apa yang masih kurang. Bisa dari tenaga dokter, perawat, hingga sistem pelayanan,” jelas Rinawati, Senin (6/4/2026).

Dalam konteks RSD Idaman Banjarbaru, Prof. Rinawati menilai rumah sakit tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi fasilitas layanan dengan kategori lebih tinggi.

Meskipun secara administratif mungkin masih dianggap Madya, narasumber menilai fasilitas dan kualitasnya RSD Idaman Banjarbaru sudah layak masuk kategori utama.

“Kalau kita lihat, ini sebenarnya sudah mendekati kategori utama, tinggal bagaimana melengkapi dan dikembangkan lagi agar bisa menuju paripurna,” paparnya.

Ia menambahkan, peningkatan klasifikasi layanan sangat penting, tidak hanya untuk kualitas pelayanan, tetapi juga berkaitan dengan dukungan pembiayaan dan fasilitas dari pemerintah.

‘Kalau masih di level menengah, dukungan alat dan pembiayaan juga terbatas. Namun kalau sudah utama atau paripurna, fasilitas akan lebih lengkap dan pelayanan meningkat,” ungkapnya.

Lanjutnya program Sister Hospital sendiri, merupakan bentuk kolaborasi antara rumah sakit pusat dengan daerah untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan.

“Prinsipnya sederhana, rumah sakit daerah menyampaikan kebutuhan, lalu kami bantu. Apa yang kurang, itu yang kita lengkapi, baik SDM, alat, maupun sistemnya,” jelas Prof Rinawati.

Prof Rinawati menekankan pentingnya peningkatan layanan kesehatan daerah dan kepercayaan masyarakat, yang bertujuan agar masyarakat lokal mendapatkan akses medis terbaik tanpa harus berobat ke luar daerah atau luar negeri.

“Kalau layanannya sudah baik, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh berobat. Itu yang harus kita capai,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pengembangan layanan dilakukan secara berkelanjutan dan tidak cepat berpuas diri.

“Bangun terus sesuai kebutuhan zaman. Jangan cepat puas, karena pelayanan kesehatan harus terus berkembang,” pungkasnya. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *