Kinerja PT Air Minum (PAM) Bandarmasih kembali memicu polemik. Di tengah kucuran anggaran fantastis senilai Rp300 miliar untuk peremajaan infrastruktur, keluhan pelanggan justru terus mengalir akibat distribusi air yang tak kunjung membaik.
BANJARMASIN, koranbanjar.com – Manajemen perseroda tersebut akhirnya buka suara untuk memberikan klarifikasi.
Masyarakat di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Banjarmasin Selatan, mengeluhkan kondisi layanan yang dianggap jalan di tempat.
Isna, seorang warga Jalan Tembus Mantuil, mengungkapkan bahwa kemacetan air kini menjadi rutinitas harian yang mengganggu aktivitas rumah tangga hingga pendidikan anak-anak.
“Sudah dua minggu ini air hanya keluar kecil seperti air seni, bahkan sering mati total pada jam sibuk pagi dan sore. Katanya ada anggaran ratusan miliar, tapi kenapa di rumah kami air tetap susah?” keluh Isna, Rabu (21/1/2026).
Keluhan tersebut memicu pertanyaan besar dari publik terkait transparansi dan efektivitas penggunaan dana Rp300 miliar yang dialokasikan sejak tahun 2025.
Anggaran yang diproyeksikan hingga tahun 2028 tersebut awalnya ditujukan untuk peremajaan pipa tua guna menekan angka kebocoran.
Menanggapi sorotan tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara alokasi dana operasional dan dana investasi dalam total anggaran yang ramai diperbincangkan tersebut.
“Perlu kami luruskan, realisasi anggaran itu digunakan untuk dua pos utama, operasional dan investasi. Dana operasional terserap untuk proses pengolahan air bersih, sementara untuk investasi fisik, seperti penggantian pipa bocor dan perbaikan pompa, nilainya berkisar Rp100 hingga Rp150 miliar per tahun,” jelas Zulbadi, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan, meskipun dana investasi tidak mencapai Rp300 miliar dalam setahun, pihaknya tetap berkomitmen melakukan perbaikan.
Zulbadi mengklaim bahwa sejak program peremajaan dimulai, tingkat kebocoran air (Non-Revenue Water) berhasil ditekan tipis dari 28,78 persen menjadi 28,48 persen.
Janji Peremajaan Besar-besaran di Tahun 2026
Terkait distribusi yang masih macet di wilayah Mantuil, Zulbadi berjanji akan segera menurunkan tim teknis untuk melakukan investigasi lapangan.
Ia mensinyalir adanya kendala tak terduga pada jaringan pipa distribusi di kawasan tersebut.
Sebagai langkah konkret ke depan, PAM Bandarmasih menjanjikan peremajaan pipa secara besar-besaran pada tahun 2026 ini.
Fokus utama perbaikan akan menyasar wilayah Barat dan Selatan, mulai dari jalur utama Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Sutoyo S.
“Tujuannya agar seluruh warga Banjarmasin mendapatkan hak akses air bersih secara merata. Kelancaran air bersih bukan hanya soal pelayanan, tapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesehatan lingkungan,” tutupnya. (yon/bay)












