Banjar  

Dinkes Kabupaten Banjar Pastikan Siaga Penanganan Dampak Penyakit Pascabanjir

Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Noor Ipansyah di ruang kerjanya pada Senin (19/1/2026). (Sumber Foto: Saukani/koranbanjar.com)

Setelah diturunkan status tanggap darurat banjir menjadi masa transisi darurat oleh Pemkab Banjar dalam masa pemulihan khususnya bidang kesehatan timbulnya berbagai penyakit pascabanjir, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar pastikan obat-obatan dan penanganan sudah disiapkan dan semua unsur siap siaga.

BANJAR,koranbanjar.com – Dinkes Banjar selaku pengampu bidang kesehatan sejak awal kejadian bencana banjir sudah awer dalam melayani masyarakat terdampak disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Noor Ipansyah di ruang kerjanya pada Senin (19/1/2026).

Terkait bagaimana tata laksana sesuai dengan prosedur dan SOP pelayanan terhadap masyarakat yang terdampak pasca tanggap darurat,

Memasuki masa transisi darurat juga tindak lanjut arahan pemerintah daerah focus pemulihan dan khususnya bidang kesehatan.

“Kami dinas kesehatan akan melibatkan semua unsur seluruh puskesmas UPTD dan farmasi bahu membahu siap siaga terhadap akan terjadinya penyakit-penyakit pasca banjir seperti Leptospirosis, penyakit kulit, deman, diare yang disebabkan lingkungan belum bersih akibat banjir,” jelasnya

Untuk obat-obatan dalam rangka penanganan pasca banjir Dinkes sudah siap pasokan dan ready obat salep-salep kulit dan lainnya.

Dr. Ipan juga menambahkan bahwa pihaknya juga buka layanan untuk bidang kesehatan antisipasi bila terjadi hal-hal diluar penyakit kulit dan lainnya.

“Berkaca dari tahun sebelumnya kita juga alami hal serupa tapi tidak se-extra ini jadi kita sudah siapkan semua terkait obat-obatan, serta buka layanan antisipasi diluar penyakit kulit pasca banjir ini,” imbuhnya.

Terkait dengan bangunan fisik kesehatan pasca banjir ini Dokter Ipan memaparkan ada kurang lebih 34 bangunan pustu maupun puskesmas yang terdampak namun hanya alami rusak ringan tidak ada yang rusak berat

Pasca banjir ini memang ada beberapa yang terendam terutama dipuskesmas martapura barat dan timur, dan wilayah kecamatan lain.

“Untuk di martapura barat memang sudah ada puskesmas yang direlokasi ke tempat yang baru saat ini, meskipun belum peresmian tapi sudah ada serah terima dan bisa digunakan,” katanya.

Dampaknya bangunan rapuh baik itu Pustu, Polindes, dan Puskesmas karena ada yang terendam beberapa minggu, memang sesuai lapoan yang masuk kategori ringan tidak ada yang berat.

“Tetapi akan terus kami koordinasikan kembali seperti apa ke depannya,” pungkasnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berkomitmen akan terus siaga baik dalam pelayanan maupun penanganan dimasa transisi darurat ini, sampai kondisi dan kesehatan masyarakat benar-benar pulih dan normal. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *