Di Usia ke-53, PAM Bandarmasih Masih Hadapi PR Kebocoran dan Pemerataan Layanan

Sudah usia 53 tahun, PAM Bandarmasih masih menghadapai masalah pipa bocor. (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Memasuki usia ke-53, PAM Bandarmasih tidak hanya merayakan capaian, tetapi juga menghadapi pekerjaan rumah serius berupa kebocoran pipa, tekanan air yang belum stabil, serta belum meratanya distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin.

BANJARMASIN, koranbanjar.com – Memasuki usia ke-53, PAM Bandarmasih dihadapkan pada sejumlah tantangan mendasar, mulai dari kebocoran jaringan pipa hingga belum meratanya distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin.

Momentum hari ulang tahun yang digelar Kamis (12/2/2026) menjadi refleksi atas capaian sekaligus pekerjaan rumah perusahaan daerah tersebut.

Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin, menekankan pentingnya transformasi berbasis teknologi dan percepatan peremajaan infrastruktur.

“Jaringan pipa yang sudah tua harus segera dibenahi agar kebocoran bisa ditekan dan distribusi air semakin optimal,” ujarnya kepada awak media.

Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin. (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Permasalahan kebocoran pipa selama ini dinilai berdampak pada tekanan air yang tidak stabil di sejumlah kawasan. Selain itu, pertumbuhan jumlah pelanggan juga menuntut peningkatan kapasitas produksi dan distribusi.

Komisaris Utama PAM Bandarmasih, Edy Wibowo, menyatakan pihaknya menargetkan pembenahan jaringan distribusi dalam satu tahun ke depan.

“Peremajaan pipa dan penguatan sistem distribusi menjadi fokus agar pelayanan lebih stabil dan merata,” katanya.

Ia menambahkan, selain pembenahan teknis, pengawasan kualitas air juga terus diperketat agar tetap memenuhi standar kesehatan.

Di usia yang lebih dari setengah abad, publik kini menanti konsistensi realisasi komitmen tersebut, terutama dalam menjawab keluhan pelanggan terkait distribusi dan tekanan air. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *