Banjar  

Banjir Rendam Permukiman di Martapura, Warga Keluhkan Minimnya Bantuan

Warga di Desa Murung Kenanga dan Desa Jawa Laut Kecamatan Martapura mengeluhkan  minimnya bantuan yang diterima hingga saat ini Sabtu (3/1/2026). (Sumber Foto: Saukani/koranbanjar.com)

Warga di Desa Murung Kenanga dan Desa Jawa Laut Kecamatan Martapura mengeluhkan  minimnya bantuan yang diterima hingga saat ini Sabtu (3/1/2026).

BANJAR.koranbanjar.com – Kondisi terkini banjir yang masih merendam sejumlah wilayah Kabupaten Banjar lumpuhkan aktivitas masyarakat salah satunya di Kecamatan Martapura.

Salah satu warga Desa Murung Kenanga Ahmad Sarbani, mengatakan banjir telah berlangsung sekitar setengah bulan atau kurang lebih 15 hari, menurutnya, dalam tiga hari terakhir kondisi air cenderung stagnan tidak ada penurunan.

“Kalau di rumah sudah mulai kering, tapi yang rumah daerah rendah masih tenggelam, untuk di jalan kira-kira setengah meter,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat awal banjir ketinggian air bahkan mencapai sekitar satu meter, hingga kini, Ahmad mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah daerah maupun pihak desa.

Berharap bantuan segera disalurkan secara merata kepada warga terdampak banjir ini di Kecamatan Martapura.

“Belum ada bantuan sampai sekarang, mudah-mudahan ada, karena ini sudah terendam semua,” katanya.

Hal serupa disampaikan H. Ali, warga Desa Jawa Laut, ia menyebut rumahnya juga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai hinggga satu meter lebih.

“Sudah mulai dari hari sabtu semalam,” ucapnya singkat.

Berbeda dengan Ahmad, H. Ali mengaku sempat menerima bantuan berupa beras lima kilogram, namun bantuan tersebut bukan berasal dari pemerintah melainkan dari orang luar pihak swasta.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menyalurkan bantuan logistik dan mempercepat penanganan banjir, mengingat banyak rumah dan fasilitas umum masih terendam hingga saat ini.

Sementara di sisi lain, Kepala Seksi Logistik BPBD Kabupaten Banjar Yanrinaldo Bachidie mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyaluran logistik ke beberapa titik yang terdampak banjir.

“Bahkan kepala-kepala desa yang meminta atau mengolah permohonan sudah kami berikan,” katanya.

Pria yang akrab disapa Buyung itu juga menuturkan, banyaknya logistik di gudang mereka lantaran belum adanya permohonan dari pemimpin desa lainnya yang hendak meminta bantuan.

“Sesuai peraturan, harus ada permohonan masuk dulu ke kita,” ungkapnya.

Bahkan Buyung juga menyebut, ada anggota DPRD Kabupaten Banjar yang ikut membagikan sembako atau bantuan yang ada di BPBD Banjar, dimana mereka ikut sert memnyalurkan bantuan kepada masyarakat.

“Anggota dewan juga ada yang ikut menyalurkan,” ungkapnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Banjar usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Kabupaten Banjar, banjir telah berdampak pada 22.857 rumah, dengan 3.078 rumah terendam.

Jumlah kepala keluarga terdampak mencapai 37.884 KK, sementara 107.284 jiwa terdampak di berbagai wilayah, Jumat (2/1/2025).

Pemerintah Kabupaten Banjar telah menetapkan status tanggap darurat banjir sejak 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Status tersebut berpeluang diperpanjang menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan. (kan/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *