‎Banjir Meluas di 8 Wilayah, Pemprov Kalsel Segera Naikkan Status Tanggap Darurat

Evakuasi warga saat banjir di wilayah Mandiangin, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. (Foto: Koranbanjar.com)

‎​Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berencana meningkatkan status penanganan bencana banjir menjadi Tanggap Darurat. Langkah ini menyusul meluasnya cakupan wilayah terdampak yang kini telah mencapai delapan Kabupaten/Kota di Bumi Lambung Mangkurat.

‎​BANJAR, koranbanjar.com – Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin menegaskan bahwa peningkatan status ini merupakan langkah antisipatif guna mempercepat mobilisasi sumber daya dan koordinasi di lapangan.

‎​”Melihat perkembangan kondisi di lapangan, jumlah wilayah terdampak bertambah. Daerah-daerah terdampak telah menetapkan status darurat agar mobilisasi sumber daya, baik logistik maupun personel, bisa lebih maksimal,” ujar Sekda usai meninjau lokasi banjir di kawasan Bincau, Kabupaten Banjar, Selasa (30/12/2025).

‎​Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, terdapat delapan wilayah yang kini dilanda banjir, antara lain, Kabupaten Banjar, ​Kabupaten Tabalong, ​Kabupaten Balangan (Status Tanggap Darurat), Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kabupaten Tanah Laut (Kecamatan Kurau Tengah dan Kurau Selatan), dan Kota Banjarbaru.

‎​Hingga saat ini, tercatat sekitar 14.000 kepala keluarga dengan estimasi 50.000 jiwa terdampak oleh luapan air. Beruntung, hingga berita ini diturunkan, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

‎​Plt Kepala BPBD Kalsel, Gusti Yanuar Nor Rifai, menjelaskan bahwa Kabupaten Balangan menjadi daerah pertama yang menaikkan status menjadi Tanggap Darurat. Sementara itu, lima kabupaten lainnya masih berada pada status Siaga Darurat.

‎​”Untuk tingkat provinsi, peningkatan status masih menunggu hasil rapat koordinasi hari ini. Status Tanggap Darurat akan menjadi payung hukum bagi pemerintah daerah untuk mempercepat penyaluran bantuan logistik, pendirian posko, hingga pengerahan personel TNI, Polri, dan relawan,” jelas Gusti Yanuar.

‎​Mengingat intensitas curah hujan yang diprediksi masih tinggi, Pemprov Kalsel meminta warga terutama yang bermukim di bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

‎​”Kami mengimbau masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. Kami pastikan koordinasi lintas instansi terus berjalan tepat dan terukur hingga kondisi kembali normal,” pungkas Sekda. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *