Akses utama warga di Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, yang selama ini rusak dan berlubang akhirnya mendapat penanganan.
BANJAR, koranbanjar.com – Titian atau jembatan kecil yang menjadi jalur aktivitas harian warga tersebut sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan dan kerap membahayakan keselamatan pengguna.
Titian dengan panjang sekitar 70 meter dan lebar 1,5 meter itu mengalami kerusakan cukup parah. Lantai kayu yang bolong-bolong akibat sering terendam air membuat warga harus ekstra hati-hati, terlebih saat banjir karena lubang tidak terlihat dan berisiko menyebabkan terperosok.
Melihat kondisi tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Selatan, Habib Farhan Husien BSI, bergerak cepat dengan membantu merehabilitasi titian menggunakan dana pribadi puluhan juta rupiah. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan warga desa.
“Titian ini akses penting bagi warga. Kondisinya sudah tidak aman, sehingga perlu segera diperbaiki. Karena itu saya berinisiatif membantu dengan dana pribadi,” ujar Habib Farhan saat meninjau lokasi di sela kegiatan resesnya pada pertengahan Januari lalu.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan, infrastruktur dasar di tingkat desa tidak boleh diabaikan. Menurutnya, meski berskala kecil, akses seperti titian memiliki peran besar dalam menunjang aktivitas dan mobilitas masyarakat.
Dengan direhabilitasinya titian tersebut, warga kini dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman. Risiko kecelakaan akibat lantai berlubang yang sebelumnya sering terjadi diharapkan tidak terulang.
Sementara itu, warga setempat menyambut baik bantuan yang diberikan. Mereka mengaku sangat terbantu karena titian tersebut merupakan fasilitas bersama yang digunakan setiap hari.
“Kami mewakili warga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Sekarang akses desa jauh lebih aman,” ujar salah satu perwakilan warga.
Langkah cepat ini menjadi wujud nyata kehadiran wakil rakyat dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya terkait keselamatan dan akses infrastruktur dasar di wilayah pedesaan. (yon/bay)












