Setelah selama 25 tahun Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) Martapura tidak terkelola dengan baik, banyak fasilitas pedagang yang mubazir, kini Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB) secara perlahan mulai menata serta memanfaatkan tempat-tempat berjualan untuk pedagang. Seperti apa proses penataan PPS dilakukan, berikut wawancara eksklusif koranbanjar.com dengan Dirut Perumda Pasar Bauntung Batuah, Rusdiansyah.
MARTAPURA, Denny Setiawan
Sejak 4 hari lalu, tepatnya, Sabtu 17 Januari 2026, puluhan trantib disertai Direktur Utama Perumda PBB beserta tim gabungan lainnya dari TNI-Polri, tampak turun ke kawasan PPS Martapura. Dengan menggunakan pengeras suara, mereka mengimbau para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sana untuk segera pindah ke petak-petak PKL yang tersedia di Blok A.
Upaya yang dilakukan jajaran Perumda PBB tidak lain untuk melakukan penataan terhadap PKL dan tempat berjualan yang lebih repsentatif, lebih nyaman, bahkan lebih aman dari hujan dan panas.
Direktur Utama Perumda PBB, Rusdiansyah kepada koranbanjar.com, Rabu, (21/01/2026) menuturkan proses penataan hingga kini.
“Sejak serah terima pengelolaan PPS dari pihak swasta (PT Sinar Harapan Jaya) kepada Pemerintah Kabupaten Banjar, seiring waktu berjalan, kami mendapat amanah dari pak Bupati, dan mendapat kewenangan dalam pengelolaan PPS,” ujarnya mulai wawancara.
Amanah dari Bupari Banjar itu, menurut Rusdi, sesungguhnya sudah dia terima sejak 5,5 tahun yang lalu. Namun, karena terbentur dengan pengelolaan swasta, sehingga tidak dapat dilakukan secara langsung.
“Saat inilah kami harus melaksanakan program Pemerintah Daerah, menjalankan visi dan misi pak Bupati. Terlebih, lokasi PPS sangat strategis di tengah kota, menjadi pandangan banyak orang, ditambah banyaknya masukan dari berbagai pihak,” kata dia,
Diceritakan, sejak November 2025 lalu, pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi dan memberikan surat pemberitahuan kepada seluruh PKL di PPS yang berjualan di sana, khususnya kepada PKL yang berjualan bukan pada tempat sebagaimana mestinya, agar berpindah tempat ke lokasi yang telah disediakan.
Dia mengakui, selama ini pertumbuhan PKL di sana sangat banyak, perekenomian di sana tumbuh pesat, “Kami tidak ingin keberadaan PPS menimbulkan penilaian kurang baik. Itu yang terpenting,” tuturnya.

“Sebulan lebih kami melakukan sosialisasi di bulan November 2025, meminta pedagang yang berjuaalan di tempat yang bukan mestinya agar pindah ke tempat yang sudah disiapkan Perumda. Tempat yang lebih baik, lebih repsentatif, lebih nyaman, tidak kehujanan dan tidak kepanasan. Tempat itu berada di PPS Blok A,” imbuh dia.
Setelah pelaksanaan sosialisasi, pihaknya memberi batas waktu kepada PKL untuk berpindah. Nah, dengan batas waktu itulah, pihaknya melakukan upaya pendekatan persuasif, humanis, kekeluargaan dan minta PKL memahami dan mendukung program pemerintah ini. Karena program ini dilaksanakan untuk kebaikan semua. Bukan hanya satu pihak yang diuntungkan, melainkan semua pihak. “Khususnya kita menjaga maruah Kabupaten Banjar dan Martapura sebagai Kota Serambi Makkah,” ucapnya.
“Kapan lagi kita melaksanakan penataan, kalau tidak sekarang. Memang di awal penataan cukup berat dilakukan. Ada hal-hal yang tidak kita harapkan, tetapi alhamdulillah, begitu kami sampaikan dengan pedagang secara langsung, beberapa pihak yang terlibat di pasar, semua alhamdulillah bisa memahami. Bahkan mendukung pemindahan tempat berjualan. Hingga proses itu berjalan sampai saat ini,” ucapnya.
Saat ini, jelas Rusdianyah, pihaknya melakukan pemindahan PKL secara bertahap. Namun jumlah pedagang tidak sesuai dengan data yang mereka himpun. “Semua pedagang yang kami data hanya 216 orang. Akan tetapi, karena tempat yang disiapkan masih tersedia, sehingga ada pedagang yang ingin mendapatkan dua tempat.
“Sehingga kuota tersedia tidak mencukupi. Akhirnya, begitu kami carikan solusi pedagang yang belum mendapat tempat, kita persilakan menggunakan toko-toko yang tidak dipergunakan pemilik izin lama. Dan beraktifitaslah di sana. Sehingga termanfaatkan semua tempat di sana,” bebernya.
Sejak 17 Januari sampai sekarang atau 4 hari, pemindahan PKL berlangsung tertib dan kondusif.
“Alhamdulillah, aktifitas pedagang sudah kembali normal. Dan masih banyak tugas ke depan yang kami hadapi, seperti membenahi fasilitas umum dan layanan-layanan di blok A itu,” katanya. (*)





