Komisi III DPRD Kalsel Diminta Serius Tangani Banjir dan Akses Desa

Banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Sungai Tabuk. (Foto: Leon/Koranbanjar.com)

Persoalan banjir yang berulang dan menyulitkan kehidupan warga kembali mencuat dalam kegiatan reses DPRD Kalimantan Selatan. Warga Desa Tajau Landung dan Pemakuan menitipkan harapan besar kepada Anggota DPRD Kalsel, Habib Farhan Husien BSI ST, agar aspirasi mereka diperjuangkan hingga ke parlemen.

BANJAR, koranbanjar.com – Permasalahan banjir yang kerap berulang serta buruknya akses jalan dan titian desa menjadi sorotan utama warga dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Habib Farhan Husien BSI ST. Warga berharap Komisi III DPRD Kalsel dapat lebih serius dan konkret dalam menangani persoalan tersebut.

Harapan itu mengemuka saat Habib Farhan melaksanakan reses di Desa Tajau Landung dan Desa Pemakuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan langsung berbagai keluhan yang selama ini mereka rasakan, terutama dampak banjir yang berkepanjangan.

Habib Farhan mengungkapkan, banjir menjadi aspirasi paling dominan yang disampaikan masyarakat. Genangan air yang berlangsung lama, bahkan hingga hampir satu bulan di sejumlah wilayah, dinilai sangat mengganggu aktivitas dan perekonomian warga.

“Masalah banjir ini menjadi keluhan utama warga. Tentu ini harus ditangani secara serius dan dibahas di DPRD Kalsel. Kebetulan saya berada di Komisi III yang membidangi pembangunan dan infrastruktur,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Selain banjir, warga juga meminta perhatian terhadap kondisi akses desa, mulai dari jalan lingkungan hingga titian yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat. Kondisi infrastruktur yang rusak dinilai memperparah dampak banjir dan membahayakan keselamatan warga.

Habib Farhan menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dibawa dan dibahas dalam rapat-rapat DPRD Kalsel bersama mitra kerja terkait.

Ia juga berharap adanya keseriusan pemerintah daerah dalam merumuskan penanganan banjir secara menyeluruh, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

“Kami ingin ada solusi nyata, bukan hanya penanganan sementara. Banjir ini harus dicarikan jalan keluar agar tidak terus berulang setiap tahun,” tegasnya.

Dalam rangkaian reses yang dilaksanakan di 16 titik lokasi, Habib Farhan juga menyalurkan ratusan paket sembako kepada warga sebagai bentuk kepedulian, khususnya bagi masyarakat yang terdampak banjir.

Sementara itu, salah satu perwakilan warga Desa Tajau Landung, Maslian, menyampaikan harapan agar aspirasi yang disampaikan benar-benar ditindaklanjuti.

“Kami berharap DPRD Kalsel, khususnya Komisi III, bisa serius memperhatikan masalah banjir dan akses desa. Ini sudah lama kami rasakan,” ujarnya.

Kegiatan reses tersebut menjadi sarana penting bagi warga untuk menyuarakan persoalan riil di lapangan, sekaligus memperkuat peran Komisi III DPRD Kalsel dalam mengawal kebijakan pembangunan dan infrastruktur yang berpihak pada kebutuhan masyarakat. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *