Keluhan terhadap layanan PT Air Minum (PAM) Bandarmasih kembali mencuat. Kali ini, warga di kawasan Jalan Tembus Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, mengaku sangat kesulitan menjalankan aktivitas harian akibat distribusi air bersih yang sering macet dalam dua pekan terakhir.
BANJARMASIN, koranbanjar.com – Kondisi ini dikeluhkan oleh Isna, seorang ibu rumah tangga di wilayah tersebut. Menurutnya, air sering kali berhenti mengalir tepat saat warga sangat membutuhkannya, yakni antara pukul 06.00 hingga 08.00 pagi serta menjelang waktu Magrib.
”Sering sekali macet. Baru keluar biasanya jam sembilan atau sepuluh pagi. Dampaknya sangat repot, apalagi saat Subuh kita mau buang air dan mandi. Terpaksa harus menampung di keran bawah atau mengambil di penampungan sisa kemarin. Ini sangat memakan waktu,” keluh Isna, Rabu (21/1/2026).
Yang paling memprihatinkan, gangguan distribusi ini berdampak pada pendidikan anak-anak. Isna mengungkapkan bahwa banyak anak di lingkungannya terpaksa berangkat ke sekolah tanpa mandi karena air tak kunjung mengalir deras.
”Kadang-anak tidak mandi, hanya dilap (seka) saja. Kalau menunggu air normal, pasti terlambat ke sekolah. Begitu juga bapaknya kalau kerja, terpaksa mandi di kantor,” tambahnya dengan nada kecewa.
Hal senada dirasakan oleh Puah dan suaminya, Arul. Mereka menyebut kondisi ini sudah berlangsung lebih dari dua minggu. Padahal sebelumnya, aliran air di wilayah tersebut tergolong normal dan deras.
”Anak-anak kami tidak mau sekolah kalau tidak mandi, karena merasa bau dan gerah. Ini sangat mengganggu rutinitas kami,” tutur Arul.
Keluhan warga ini berbanding terbalik dengan informasi mengenai alokasi anggaran jumbo yang dimiliki PAM Bandarmasih.
Pada tahun 2025, perusahaan perseroda ini mengalokasikan Rp300 miliar untuk program peremajaan jaringan pipa dan pengembangan infrastruktur yang direncanakan hingga 2028.
Publik kini mempertanyakan transparansi dan efektivitas penggunaan dana ratusan miliar tersebut, mengingat di lapangan masih banyak ditemukan keluhan perbaikan pipa bocor dan distribusi yang tidak merata.
Menanggapi keluhan warga Mantuil, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, berjanji akan segera menerjunkan tim teknis ke lapangan untuk melakukan pengecekan penyebab gangguan distribusi yang tak terduga tersebut.
Zulbadi juga mengklarifikasi bahwa total anggaran tersebut mencakup biaya operasional dan investasi.
”Dana investasi kita sebenarnya berkisar antara Rp100 hingga Rp150 miliar per tahun. Dana ini kami fokuskan untuk penggantian pipa yang bocor, perbaikan pompa, dan alat produksi lainnya,” jelasnya, Kamis (22/1/2026).
Sebagai solusi jangka panjang, Zulbadi memastikan bahwa pada tahun 2026 ini akan dilakukan peremajaan pipa secara besar-besaran, khususnya untuk wilayah Barat dan Selatan secara bertahap.
”Tujuan kami tidak lain adalah meningkatkan pelayanan agar tidak ada lagi masyarakat Banjarmasin yang tidak mendapatkan air bersih. Kami harap masyarakat bersabar selama proses perbaikan sistem ini berjalan,” pungkasnya. (yon/bay)
Keluhan Pelanggan PAM Bandarmasih, Warga Mantuil: Anak-anak Terpaksa Tak Mandi ke Sekolah Akibat Distribusi Air Sering Macet












