Kabar duka menyelimuti Kota Banjarmasin. Salah satu keturunan (buyut) dari ulama kharismatik Kalimantan Selatan, Habib Hamid bin Abbas Bahasyim atau yang dikenal sebagai Habib Basirih, yakni Habib Fuad Hasan bin Idrus Bahasyim, berpulang ke rahmatullah pada Selasa (20/1/2026) di Banjarmasin.
BANJARMASIN, koranbanjar.com – Almarhum wafat di usia 39 tahun dan dimakamkan di alkah keluarga yang berada di kawasan Makam Habib Basirih, Kampung Keramat Basirih, Banjarmasin.
Kabar wafatnya Habib Fuad mengejutkan keluarga dan masyarakat. Kakak almarhum, Habib Faturrachman Bahasyim, mengaku pihak keluarga tidak menyangka kepergian adiknya terjadi begitu mendadak.
“Kami sangat kaget dan hampir tidak percaya. Adik kami dipanggil Allah dalam usia yang masih sangat muda. Keluarga dan masyarakat benar-benar merasa kehilangan sosok yang sabar, ramah, soleh, dan penuh kasih sayang,” ujar Habib Faturrachman kepada koranbanjar.com.
Ia menjelaskan, almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung. Saat kejadian, Habib Fuad diketahui sedang berada di Surabaya dan sempat mengalami kolaps sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Adik kami wafat saat berada di Surabaya. Ia sempat kolaps. Namun kami meyakini ini adalah kehendak Allah SWT, dan Allah memanggilnya dengan cara yang indah,” tuturnya.
Habib Faturrachman juga mengajak seluruh jemaah dan masyarakat, khususnya jemaah Habib Basirih baik di Kalimantan Selatan maupun di luar daerah, untuk mendoakan almarhum.
“Semoga Allah menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni dosa-dosanya, dan mengumpulkannya bersama para datuk-datuknya di surga,” ucapnya.
Semasa hidup, Habib Fuad dikenal sebagai pribadi yang aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Ia merupakan salah satu pengurus Masjid Habib Hamid Bahasyim di Kampung Keramat Basirih. Almarhum kerap memimpin salat berjamaah sebagai imam dan sesekali menjadi khatib salat Jumat.
“Jika ada persoalan di masjid, adik Fuad selalu menyelesaikannya dengan cara bijaksana. Masyarakat di Kampung Wisata Religi ini sudah sangat mengenal keseharian beliau,” tambah Habib Faturrachman.
Habib Fuad meninggalkan seorang istri dan satu orang anak. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan jemaah, para ulama, habaib, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Kepergian Habib Fuad meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar Habib Basirih, tetapi juga bagi masyarakat Banjarmasin yang mengenal keteladanan dan akhlak almarhum. (yon/bay)












