Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan ambil bagian pada kegiatan Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Ditjenpas, bertempat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru, Kamis (15/1/2026).
KALSEL, koranbanjar.com – Kegiatan Panen Raya terpusat di Lapas Kelas I Cirebon dan terhubung secara virtual dengan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dan Wilayah di Indonesia, dipimpin Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Kepala Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, Mulyadi menegaskan bahwa panen raya serentak ini tidak hanya wujud keberhasilan pembinaan kemandirian warga binaan, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial pemasyarakatan Kalimantan Selatan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Aceh dan Sumatera.
“Pembinaan pertanian, perkebunan, dan perikanan kita mampu menghasilkan, sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat. Sebagai bentuk empati dan kontribusi nyata pemasyarakatan Kalimantan Selatan untuk negeri,” tegas Mulyadi.
Panen raya dilakukan bersama 18 Kepala UPT Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kalimantan Selatan serta undangan.
Ia mengungkapkan keberhasilan panen raya serentak di Kalimantan Selatan merupakan hasil sinergi seluruh jajaran pemasyarakatan dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen kami dalam mendukung program strategis nasional, khususnya ketahanan pangan, dengan mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya yang ada di UPT Pemasyarakatan,” tambahnya.

Berdasarkan akumulasi hasil panen, komoditas terbesar pada sektor pertanian dan perkebunan adalah kangkung, yakni 2.325 kilogram, disusul ubi jalar 1.497 kilogram dan terong 128 kilogram. Pada sektor perikanan, hasil panen didominasi ikan lele dengan total panen mencapai 605 kilogram.
Secara keseluruhan, total hasil panen raya serentak di Kalimantan Selatan mencapai 4.660 kilogram yang berasal dari pemanfaatan lahan seluas 41.832 meter persegi. Estimasi nilai penjualan hasil panen mencapai Rp20.266.000 dengan perkiraan keuntungan bersih Rp6.299.000.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa hasil panen Pemasyarakatan tidak semata-mata berorientasi pada produksi, tetapi juga diarahkan untuk memberi manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Walaupun kontribusi kita mungkin tidak besar, tetapi jika dilakukan bersama-sama, ini menjadi kekuatan. Hasil panen ini kami ikhlaskan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Menteri Agus.
Berdasarkan laporan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, panen raya serentak ketahanan pangan pemasyarakatan menghasilkan total sekitar 123,5 ton komoditas pangan yang mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. (arb/sir)












