Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar, Yudi Andrea, menegaskan pentingnya penanganan banjir yang terfokus pada validasi data lapangan.
BANJAR,koranbanjar.com – Selain itu, peningkatan layanan kesehatan, serta perbaikan sistem distribusi logistik, sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam penyelesaian penangangan.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) siaga bencana pembahasan yang secara khusus menyoroti upaya penanganan dampak banjir bersama SKPD dan seluruh Camat wilayah yang terdampak, Selasa (6/1/2026) di aula Barakat kantor Bupati Banjar di Martapura.
Yudi menjelaskan, langkah awal yang menjadi perhatian utama adalah pembenahan data terdampak banjir agar benar-benar akurat dan sesuai kondisi di lapangan.
pihaknya menekankan kepada para camat di wilayah terdampak agar menghimpun data secara cermat dan bertanggung jawab.
Masih banyaknya warga terdampak banjir yang belum menerima bantuan, data yang valid dinilai krusial sebagai dasar pengambilan kebijakan dan penyelesaian penanganan ke depan, termasuk dalam pendistribusian bantuan.
“Masih ada masyarakat yang terdampak namun belum menerima bantuan, inilah yang sedang kita perbaiki, dimulai dari keakuratan data,” ujarnya.
Di samping itu Sekda Yudi Andrea juga menyoroti aspek kesehatan masyarakat, memasuki minggu ketiga hingga keempat banjir, potensi munculnya berbagai penyakit seperti penyakit kulit, gatal-gatal, diare, dan keluhan kesehatan lainnya diperkirakan meningkat.
Dinas Kesehatan diminta untuk memaksimalkan layanan kesehatan bagi warga terdampak,
Ia memastikan bahwa posko kesehatan dan puskesmas dalam kondisi aman dan siap memberikan pelayanan yang optimal.
Terkait dengan distribusi logistik, Pemkab Banjar kini menerapkan sistem satu pintu melalui kecamatan.
Jika pada tahap awal tanggap darurat fokus utama adalah memastikan bantuan sampai ke masyarakat, maka pada tahap kedua ini mekanisme distribusi akan diperbaiki agar lebih terarah dan tertib.
Camat berperan sebagai pengusul, pendata, sekaligus penghubung dalam permohonan distribusi logistik kepada pemerintah daerah.
Sementara itu untuk jumlah warga terdampak banjir Yudi mengatakan mengalami penurunan, berdasarkan laporan sementara, jumlah korban terdampak tercatat sekitar 3.000 orang, turun dari sebelumnya sekitar 4.000 orang.
Jumlah pengungsi juga dilaporkan mulai berkurang, meski data tersebut masih akan diverifikasi dan diapdute kembali.
“Data terakhir ini masih sementara dan akan kita cek ulang hari ini, detailnya bisa mengacu pada data yang sudah kami bagikan sebelumnya,” pungkasnya. (kan/dya)












